Home Hukum & Kriminal

Mantan Kepala SMA 1 Poso Dieksekusi

12
DIEKSEKUSI - Mantan Kepala SMA Negeri 1 Palu, Drs Hasbollah saat akan masuk ke dalam mobil di Kejari Poso, Selasa 27 April 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Saiful Sulayapi)
  • Bebas di Tipikor Palu, Diputus Bersalah di MA

Poso, Metrosulawesi.id – Kejaksaan Negeri Poso mengeksekusi terpidana, Drs Hasbollah ke Rutaan Poso, Selasa 27 April 2021. Menyusul putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan kasasi jaksa dalam kasus korupsi di SMA Negeri 1 Poso.

Kajari Poso LB Hamka SH, MH mengatakan, pelaksanaan eksekusi kepada terpidana berdasarkan putusan MA nomor 490 K/PID.SUS/2021 tanggal 27 April 2021 terhadap terpidana Drs Hasbollah.

“Bersangkutan melanggar pasal 12 Huruf E UU RI Nomor 31 tahun 1999 terkait penyalahgunaan pungutan dana P3 atau dana komite pada SMA Negeri 1 Poso Tahun Ajaran 2018-2019,” tegas Hamka.

Putusan MA tersebut mengabulkan permohonan kasasi jaksa Penuntut Umum pada Kejari Poso, selanjutnya membatalkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Palu.

“Putusan MA menyatakan terdakwa Drs Hasbullah telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi, menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan penjara selama empat tahun serta pidana denda sebesar 200 juta, apabila pidana denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan enam bulan penjara,” tegas Hamka.

Seperti diketahui, Drs Hasbollah sebelumnya adalah Kepala SMA Negeri 1 Poso. Saat menjabat, dia menetapkan aturan pungutan dana P3 atau komite pungutan pembayaran biaya pendaftaran siswa-siswi baru, serta pungutan bimbingan belajar atau les.

Hamkan mengatakan, salah satu komponen dari pungutan itu ada item tunjangan yang berbentuk uang, yang dinikmati secara pribadi oleh terpidana.

“Hal ini jelas bertentangan PP Nomor 48 tahun 2008 tentang pendanaan pendidikan, juga bertentangan dengan PP 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan,” kata Hamka.

Terpidana Drs Hasbollah dinyatakan bersalah dan melanggar UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 12 Huruf E.

Selain Hasbollah, kata Hamka, pihaknya juga sedang melakukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung bagi rekan rekan Hasbollah, yang diputusan bebas oleh Pengadilan Tipikor Palu.

“Kasusnya sama dengan terpidana, yakni pungutan dana P3, kita masih menunggu putusan MA, kalau turun perintah eksekusi, maka kita Kejari Poso segera tindaklanjuti. Tunggu saja dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi,” ujar Kajari.

Ketiga mantan Kepsek yang sedang menanti proses hukum yakni Drs M, Drs S serta Drs Al.

Usai gelar konferensi pers, terpidana Drs Hasbollah langsung digiring ke Rutan Kelas II Poso dengan menggunakan rompi terpidana.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas