Home Hukum & Kriminal

Kematian Bocah Nugi Masih Misteri, Pelakunya Diduga Orang Dekat

12
Jasad Nugi Rantaola ditemukan setelah 16 hari dikabarkan hilang. Jenazahnya didapat di sebuah kebun milik warga yang berjarak sekitar empat kilometer dari pemukiman. (Foto: Istimewa)
  • Polres Poso Masih Melakukan Penyelidikan

Palu, Metrosulawesi.id – Kasus kematian Nugi Rantaola di Poso masih menyimpan misteri. Bocah berumur tiga tahun itu sempat dikabarkan hilang sebelum jasadnya ditemukan di kebun pada 11 April 2021 lalu.

Kapolres Poso AKBP Rentrix Ryaldi Yusuf, S.I.K mengatakan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

“Kami masih mengumpulkan bukti-bukti, termasuk memeriksa beberapa saksi yang diduga mengetahui kejadian hilangnya anak tersebut,” katanya saat dikonfirmasi Metrosulawesi, Selasa 27 April 2021.

Saat ini kata Kapolres, status kasus itu masih dalam penyelidikan. Jika alat buktinya mencukupi baru akan ditingkatkan ke penyidikan.

Kapolres menegaskan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih jauh terkait kasus tersebut.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi bohong (hoax) di media sosial terkait dengan kasus tersebut.

Kapolres Poso, AKBP Rentrix Ryaldi Yusuf, S.I.K. (Foto: Istimewa)

“Biarkan kami bekerja sesuai dengan SOP-nya. Dan percayakan kami menangani kasus tersebut,” tutupnya.

Seperti diketahui, jenazah Nugi ditemukan setelah sekitar sepekan menghilang. Keluarga dan warga setempat sempat melakukan pencarian. Pencarian bahkan melibatkan petugas. Jasad Nugi ditemukan setelah 16 hari dikabarkan hilang. Jenazahnya didapat di sebuah kebun milik warga yang berjarak sekitar empat kilometer dari pemukiman.

Pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Poso, berjanji akan terus mengawal kasus pembunuhan balita Nugi tersebut sampai ke pengadilan.

“Kita akan pantau kasus ini hingga tuntas hingga di pengadilan,” tegas Kepala Dinas PPPA Poso Chrisnawati Limbong kepada wartawan.

Chrisnawati mengaku telah berkoordinasi dengan kepolisian dalam hal pengusutan kematian balita Nugi tersebut.

Terkait belum ditetapkan tersangka, Chrisnawati meminta masyarakat tetap bersabar dan tidak asal menuduh tanpa bukti.

Sebelumnya sempat beredar kabar kematian balita Nugi, diduga dilakukan oleh orang terdekat. Menurut Chrisnawati, tuduhan itu cukup beralasan. Ini karena sebagian besar kasus kematian anak di bawah umur, pelakunya orang terdekat korban.

Ia mengatakan, sejak Nugi dilaporkan hilang hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, ia mengaku terus memantau perkembangan serta terlibat dalam pencarian dan turut memberikan pendampingan terhadap keluarga korban.

Sebelumnya, Nugi Rantaola yang dikabarkan hilang sejak 27 Maret 2021 itu, viral di media sosial. Pencarian secara besar-besaran dilakukan dengan melibatkan TNI, Polri hingga paranormal. Namun akhirnya Nugi ditemukan tak bernyawa di salah satu kebun pada 11 April 2021 lalu.

Reporter: Djunaedi – Saiful Sulayapi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas