Home Politik

Seleksi KPID Menunggu Ketersediaan Anggaran

9
KUNKER - Sekretaris Komisi I DPRD Sulawesi Tengah, Ronald Gulla (ke empat dari kanan) bertukar cendera mata dengan komisioner KPI Pusat di Jakarta, saat kunjungan kerja 15 April 2021. (Foto: facebook @Ronald Gulla)

Palu, Metrosulawesi.id – Komisi I DPRD Provinsi Sulawesi Tengah pada 15 April 2021 lalu telah melakukan kunjungan kerja ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pusat di Jakarta, sekaitan dengan rencana pembentukan Tim Seleksi (Timsel) Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tengah.

Kepada Metrosulawesi Senin 26 April 2021 Ronald Gulla mengatakan, usai kunjungan kerja ke KPI tersebut Komisi I segera melakukan rapat dengan seluruh anggota komisi I guna membahas tahapan selanjutnya. Rencananya rapat tersebut dilaksanakan pekan depan.

“Sedianya rapat komisi I ini dilaksanakan pekan ini juga, cuma masih ada agenda kedewanan lainnya sehingga rapat mengenai KPID itu dijadwalkan pekan depan,” tutur Ronald Gulla.

Berdasarkan hasil Kunjungan Kerja (Kunker) di KPI pusat, beberapa poin penting dihasilkan diantaranya masa kerja komisioner KPID saat ini masih berlaku hingga dilantiknya komisioner KPID yang baru. DPRD tidak bisa serta merta memberhentikan komisioner saat ini, jika tidak ada hal yang sangat fatal dilakukan komisioner.

“SK perpanjangan yang dipegang komisioner saat ini tetap berlaku hingga dilantiknya komisioner KPID Sulawesi Tengah yang baru,” ujar politisi PAN itu.

Lanjut Ronald, sebelum memilih tujuh komisioner yang baru, DPRD Sulawesi Tengah terlebih dulu membentuk Timsel, dimana Timsel nanti yang bekerja merekrut calon komisioner. Timsel beranggotakan lima orang, terdiri dari perwakilan akademisi, tokoh masyarakat dan perwakilan DPRD.

“Hanya saja pembentukan Timsel belum dapat dilakukan, karena anggarannya belum tersedia. Sebab, saat pembahasan anggaran 2021, KPID tidak mengusulkannya. Karena itu, rapat komisi I pekan depan akan membahas semuanya, termasuk penganggaran. Setelah itu, komisi I berkoordinasi dengan BPKAD terkait alokasi anggarannya,” kata politis dua periode ini.

Jika memungkinkan ada pergeseran anggaran, maka pembentukan Timsel segera dilakukan. Namun bila kondisinya sulit, pilihan terburuk pembentukan Timsel dilakukan pada perubahan APBD tahun 2021.

Berdasarkan hasil Kunker tersebut, rekrutmen KPID diberikan waktu selama 90 hari, mulai dari pengumuman di media massa, pembentukan Timsel, hingga penetapan komisioner terpilih.

“Jika memang seleksi harus dilakukan di perubahan APBD, saya berharap tahapannya sudah dimulai di Agustus 2021, biar ada rentang waktu dua bulan, jika waktu 90 hari yang diberikan belum cukup untuk merekrut komisioner yang baru. Sebab, bisa saja dalam perjalannya ada masalah-masalah yang timbul, sehingga memaksa waktunya di perpanjang,” ungkapnya.

Meskipun saat ini anggaran belum tersedia, Ronald berharap masyarakat sabar menunggu. Dia bersama rekan-rekan komisi I berupaya agar tahun ini juga, KPID Sulawesi Tengah sudah diisi oleh komisioner yang baru.

Reporter: Elwin Kandabu

Ayo tulis komentar cerdas