Albert Pangai, SE, MSi. (Foto: Metrosulawesi/ Saiful Sulayapi)

Poso, Metrosulawesi.id – Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, masuknya bulan suci Ramadhan seiring dengan penjualan menu buka puasa yang tersedia di pasar Ramadhan, namun karena kondisi saat ini masih suasana Covid 19, tentu semua terbatas apalagi kondisi yang mengumpulkan orang banyak, semuanya dilarang karena bisa menjadi pemicu munculnya klaster baru Corona.

Pasar Ramadhan yang saat ini berlangsung di alun alun lapangan Sintuwu Maroso bahkan penjual sudah menggunakan tribun, tentu hal ini menjadi sorotan, karena dikhawatirkan akan ada kasus baru Corona.

Pasalnya baik penjual maupun pembeli yang ada di Pasar Ramadhan area lapangan Sintuwu Maroso, sudah tidak lagi menggunakan protokol kesehatan, apakah itu mencuci tangan, menjaga jarak serta menggunakan masker, suasana terlihat begitu semrawut  sebagaimana hasil amatan media.

Menyikapi hal tersebut, PLt Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Poso Albert Pangai, SE, MSi saat dicegat wartawan Senin 26 April 2021 saat berada di kantor Pemerintah Daerah Poso membenarkan bahwa kegiatan pasar Ramadhan yang berlangsung di beberapa tempat termasuk di Lapangan Sintuwu Maroso tidak memiliki izin yang dikeluarkan Satgas Covid 19 Kabupaten Poso.

“Memang tahun- tahun sebelumnya, pelaksanaan pasar Ramadhan berlangsung ramai dan cukup menggerakkan perekonomian masyarakat, namun saat ini kita dalam suasana Pandemi, begitu susah untuk bertahan hidup, dasar itulah sehingga OPD terkait mencoba berkoordinasi dengan Bupati sekaligus minta arahan dan izin, namun saat itu Bupati  dengan melihat suasana yang masih pemulihan Covid, sehingga tidak memberikan izin, namun OPD diarahkan ke Kapolres guna permohonan izin, disana juga tetap tidak diberikan izin tentu alasan saat ini kita masih berada di masa Pandemi Covid 19,” ujar Albert Pangai.

Selaku Kepala OPD kata Albert, dirinya memerintahkan Kabid dan Kepala Seksi Perindag untuk segera bertemu Kadis PUPR yang notabene sebagai penanggung jawab Lapangan Maroso bahkan tribun untuk digunakan para penjual takjil berbuka puasa.

“Kadis PUPR memberikan izin penggunaan lapangan, sembari menegaskan agar jaga kebersihan, dari sinilah berawal hingga saat ini lapangan bahkan tribun digunakan penjual takjil untuk berbuka puasa,” tegasnya.

Namun diakuinya, tiap sore ada petugas dari Dinas Koperindag dengan menggunakan toa atau pengeras suara untuk selalu mengingatkan kepada pengunjung atau pembeli bahkan penjual, agar  selalu menerapkan protokol kesehatan sesuai standar Covid 19.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas