Home Ekonomi

Himbara Dinilai Tak Punya Empati

14
Ridwan Mumu. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • Kadinsos Sesalkan Sistem Penyaluran BLT UMKM

Palu, Metrosulawesi.id – Dalam beberapa pekan terakhir, bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dipadati masyarakat, khususnya di Kota Palu. Masyarakat memadati bank Himbara untuk mendapatkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau BLT (bantuan langsung tunai) UMKM Tahun 2021 sebesar Rp1,2 juta.

Yang membuat pilu, masyarakat harus mengantre berjam-jam dari pagi hingga sore hari. Mirisnya lagi, sebagian calon penerima bantuan UMKM harus rela tidur di depan bank Himbara beralaskan tanah, beratapkan langit untuk mendapatkan nomor antrean.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Provinsi Sulteng, H Ridwan Mumu, menilai pihak bank Himbara tidak punya empati. Dia mencontohkan soal persyaratan kecil yang harus dilengkapi tapi jadi mempersulit masyarakat untuk mendapatkan bantuan.

“Walapun ini bukan kewenangan saya, saya akan mencoba untuk berkoordinasi dengan Dinas UMKM Provinsi Sulawesi Tengah. Saya tidak akan ke perbankan Himbara, langsung ke Bank Indonesia,” ucap Ridwan, Jumat, 23 April 2021.

Ridwan mengaku akan melapor ke Bank Indonesia melalui Perwakilan Sulteng agar kejadian serupa tidak terulang lagi dirasakan masyarakat calon penerima bantuan yang penyalurannya melalui bank Himbara.

“Kami sudah ber-MoU dengan Bank Indonesia, apabila terjadi sesuatu mengenai bank Himbara di lapangan langsung dilaporkan. Jadi nanti Bank Indonesia yang langsung menindaklanjuti,” ujar Ridwan.

Dia mengatakan untuk penyaluran bantuan sosial tunai dan sembako yang juga digelontorkan pemerintah pusat secara umum berjalan lancar. Untuk bantuan ini penyalurannya melalui Kantor Pos.

“Kemarin ada kasus satu, atas nama Kadir di Desa Pombewe, yang mengatakan sudah punya kartu tapi tidak dapat uangnya. Ternyata setelah saya koordinasikan dengan Dinas Sosial Kabupaten Sigi, betul memang bantuan Kadir belum bisa dicairkan karena memang beliau belum mengambil kartunya di desa. Karena pencairan untuk bantuan ini harus berdasarkan barcode. Barcode itulah yang harus dibawa ke pihak Kantor Pos untuk mencairkan,” terang Ridwan.

Ridwan menambahkan pihaknya juga sudah memfasilitasi penyaluran bantuan sosial tunai dan sembako bagi lansia di Buol. Ia menerima laporan beberapa lansia harus bolak-balik karena beberapa persyaratan yang belum lengkap.

“Saya sudah koordinasi ke Kepala Kantor Pos Sulawesi Tengah dan telah dikoordinasikan dengan Kantor Pos Cabang Buol agar tidak mempersulit para lansia. Diutamakan, didahulukan para lansia, persyaratannya bisa menyusul,” tandas Ridwan.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas