Hj Farida Batjo. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – SMP Negeri 1 Palu pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini akan menerima 352 siswa. Hal itu sesuai jumlah ruangan kelas yang tersedia yakni 11 ruangan.

“Kita sesuaikan dengan jumlah ruangan, kita punya sebanyak 11 ruangan dan kapasitas untuk satu kelas itu, sesuai dengan peraturan menteri maksimal 32 peserta didik,” kata Farida, di Palu, belum lama ini.

Farida mengatakan, PPDB tersebut tetap akan menerapkan sistem zonasi, melalui link pendaftaran yang disediakan oleh pihak sekolah, dan hanya bisa diakses melalui komputer di laboratorium sekolah.

“Kami akan terapkan lagi seperti dua tahun lalu, melakukan pendaftaran melalui link yang sudah kami sediakan. Tetapi link tersebut hanya bisa diakses di laboratorium sekolah, sehingga para orangtua yang datang ke sekolah, kami sediakan fasilitasnya, dan orangtua didampingi oleh panitia dalam pengisian biodata,” ujarnya.

Hal itu juga kata Farida, untuk mengurangi kesalahan input data dalam pengisian biodata peserta didik, mengingat penginputan data dilakukan oleh orangtua peserta didik.

“Kemudahan ini, karena para orangtua turut terlibat mendaftarkan langsung anaknya, mereka sendiri yang mengisi biodata. Kita hanya mengarahkan dan menyediakan fasilitas, itu juga berguna untuk mengurangi kesalahan input data, karena yang menginput ini orangtuanya sendiri,” ungkapnya.

Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi mengatakan, penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di jenjang SD-SMP wilayah Kota Palu masih tetap menerapkan sistem zonasi sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud RI).

“Kami nanti akan melaporkan kepada Pak Wali Kota yang baru terkait kebijakan zonasi ini. Karena dalam PPDB itu harus menerbitkan Peraturan Wali Kota untuk pembagian zonasinya. Hal ini akan kami segera laporkan kepada pimpinan seperti apa mekanisme zonasi nantinya,” kata Ansyar.

Ansyar mengungkapkan, untuk alur pendaftaran diupayakan dilaksanakan secara tatap muka, karena pendaftaran online itu sekolah harus menyiapkan aplikasi yang lebih bagus lagi. Tahun lalu, beberapa sekolah menggunakan aplikasi secara online dalam pendaftarannya ternyata menimbulkan beberapa masalah, disebabkan aplikasinya belum berjalan dengan baik.

“Kita harus siapkan aplikasi yang betul-betul bisa diakses oleh masyarakat dan memudahkan pendaftar. Contohnya ketika siswa itu tidak berada di zonasi tersebut kemudian mereka coba masuk, maka kita berharap aplikasi itu langsung memberi tahu kepada yang melakukan pendaftaran itu bahwa tidak sesuai zonasi, bahkan langsung di-over ke sekolah sesuai zonasinya,” ujarnya.

Namun kata Ansyar, aplikasi yang digunakan oleh beberapa sekolah ternyata tidak bisa melakukan itu.

“Olehnya itu nanti akan dicoba membuat aplikasi seperti itu dulu. Jika aplikasinya sudah siap baru akan dilaksanakan PPDB berbasis daring,” jelasnya.

“Kita harapkan PPDB diadakan secara luring atau pendaftaranya bisa langsung ke sekolah-sekolah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” katanya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas