Home Sulteng

Penyekatan Arus Mudik Dimulai 6 – 17 Mei

VICON - Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf, M. A, bersama Kapolda Sulteng Irjen Pol Drs. Abdul Rahman Baso, S.H dan Forkopimda Sulteng, Rabu 21 April 2021, melaksanakan Vicon Rakor Lintas Sektoral, di Ruang vicon Mapolda Sulteng. (Foto: Dok. Penrem 132/Tdl)

Palu, Metrosulawesi.id – Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf, M. A, bersama Kapolda Sulteng Irjen Pol Drs. Abdul Rahman Baso, S.H dan Forkopimda Sulteng, Rabu 21 April 2021, melaksanakan Vicon Rakor Lintas Sektoral yang dipimpin Kapolri, terkait persiapan pengamanan Idul Fitri 1442 H, dimasa pandemi Covid-19 Tahun 2021, di ruang vicon Mapolda Sulteng.

Dalam kegiatan itu itu juga dihadiri, Wakapolda Sulteng, Wakil Gubernur Sulteng, Kajati Sulteng, Danlanal Palu, Kasiter Rem 132/Tdl, Ketua DPRD, Kadis Kes Prov Sulteng, Kadis Perhubungan Prov Sulteng, Kadis Perindag Prov Sulteng, Kepala BPBD, Wadan Lanal Palu, dan Danden AU Palu.

Dalam kesempatan itu Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, menyampaikan bahwa, aktivitas masyarakat tertentu dapat memicu melonjaknya penularan Covid-19. Salah satunya mobilitas masyarakat dari lokasi tertentu ke lokasi lain seperti mudik.

“Maka dari itu untuk mengantisipasi hal tersebut, Polri akan melaksanakan sosialisasi secara masiv terkait larangan mudik dan penerapan penyekatan arus mudik mulai tanggal 6 sampai 17 Mei 2021,” jelasnya.

Ditambahkan Kapolri, antisipasi terjadinya lonjakan harga 9 kebutuhan bahan pokok dengan mengoptimalkan pengawasan langsung ke lapangan melalui satgas pangan.

“Laksanakan Deradikalisasi dan Reedukasi untuk menekan penyebaran faham radikal terorisme,” tambahnya.

Selain Kapolri, Menteri Perhubungan RI juga memberikan pengarahan terkait dengan Persiapan Pengamanan Idul Fitri 1442 H.Berdasarkan data puncak arus mudik tahun 2020, maka hari raya Idul Fitri tahun 2021 kita tetapkan larangan mudik mulai tanggal 6 sampai 17 Mei 2021.

“Hal ini bertujuan untuk mengurangi laju penularan Covid-19,” ucapnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI juga ikut memberikan arahannya, yang menyebutkan, bahwa yang perlu dikhawatirkan adalah laju penularan Covid-19 yang tinggi menyebabkan ketidakmampuan pemerintah khusunya tenaga kesehatan menangani hal tersebut.

“Sehingga penerapan larangan mudik ini bertujuan untuk mengurangi laju penularan, sehingga tenaga kesehatan tetap mampu menangani dengan harapan mengurangi angka kematian,” jelasnya. (edy***)

Ayo tulis komentar cerdas