Home Palu

Zakat Fitrah di Palu Rp25 Ribu Per Jiwa

PENETAPAN ZAKAT - Kepala Kemenag Palu, Nasruddin L Midu, saat menyampaikan sambutan di Rapat penetapan zakat fitrah, di salah satu ruangan rapat di Kemenag Palu, Rabu, 21 April 2021. (Foto: Istimewa)
  • Pembayaran dan Penyaluran Tetap Terapkan Prokes

Palu, Metrosulawesi.id – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu telah menetapkan besaran zakat fitrah untuk Kota Palu dan sekitarnya sebesar Rp25 ribu per jiwa.

“Berdasarkan sidak yang dilakukan oleh staf Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Palu, di dua pasar yakni Inpres Manonda dan Masomba, didapatkan harga beras yang tertinggi Rp12 perkilo gram, ada juga harga Rp11 ribu, bahkan ada yang Rp10 ribu hingga Rp9 ribu. Dari variasi harga itu kita mempertimbangkan, maka saya bersama MUI Palu, PB Alkhairaat, Kesra Pemkot Palu, dan KUA, mengambil kebijakan di tengah-tengah. Jadi kita tetapkan Rp10 ribu harga beras perkilo,” kata Kepala Kemenag Kota Palu, Nasruddin L Midu, di Kantor Kemenag Palu, Rabu, 21 April 2021.

Dibanding dengan tahun lalu, maka besaran zakat fitra tahun ini mengalami penurunan sebesar Rp5.000. Zakat fitrah tahun lalu di Kota Palu sebesar Rp30 ribu per jiwa.

Besaran zakat fitrah tersebut katanya, berdasarkan hasil rapat bersama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, PB Alkhairaat, dan Baznas serta semua Kepala KUA, dan Bagian Kesra Pemkot Palu, terkait penetapan besaran zakat fitrah tahun 1442 H/2021 M.

Nasruddin mengatakan, yang wajib zakat fitrah ini bukan hanya masyarakat menengah ke atas, tetapi juga masyarakat menengah kebawah semua wajib zakat fitrah. Olehnya itu kewajiban zakat fitrah itu 2,5 kilo gram, sehingga jika Rp10 perkilo maka setiap jiwa jika di konversi ke uang menjadi Rp25 perjiwa untuk zakat fitrah.

“Kami juga mengimbau bagi yang sudah mempunyai kelebihan harta agar mengeluarkan zakat mal, bagi yang belum cukup misal haul dan hisabnya kita imbau untuk mengeluarkan infaq dan shodaqah di bulan suci Ramadan,” katanya.

Menurut Nasruddin, surat penetapan zakat fitrah ini Kemenag Palu telah disebarkan ke semua Kepala KUA se-Kecamatan Kota Palu, kemudian Baznas, Laz, dan UPZ serta imam-imam masjid se-Kota Palu.

“Insyaallah malam ini sudah diumumkan para imam, paling lambat besok (hari ini-red) sudah diumumkan,” ungkapnya.

Nasruddin mengatakan, untuk teknis pengumpulan dan pembayaran zakat fitrah, mal, infaq, dan shadaqah itu berpedoman pada surat edaran Menag RI tentang panduan ibadah di bulan Ramadan, dalam surat edaran itu telah disebutkan bahwa tetap memperhatikan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan massa.

“Kita imbau juga zakat fitrah dapat dibayarkan sejak 1 Ramadan hingga 1 syawal, hanya memang masyarakat itu biasana mengambil waktu yang afdol malam satu syawal. Tetapi dari asas manfaat sebenarnya kita bisa keluarkan sejak 1 Ramadan, dan banyak saudara-saudara kita fakir miskin yang membutuhkan bantuan itu,” ujarnya.

Nasruddin kembali mengimbau, kepada seluruh umat Islam yang melaksanakan salat tarawih agar tetap menjaga jarak meskipun hanya setengah meter, kalau edaran Menag satu meter kemudian tetap mengunakan masker, hal ini bentuk ikhtiar dalam melawan penyebaran Covid-19.

“Selanjutnya zakat fitrah ini wajib bagi umat Islam baik bayi, anak-anak, remaja, dewasa, orang tua, tetap wajib mengeluarkan zakat fitrah kaya ataupun miskin. Olehnya itu bagi yang berduit atau kaya agar segera megeluarkan zakat fitrah kepada para fakir miskin, sehingga mereka dapat juga mengeluarkan zakat, sehingga pahala puasanya betul-betul bersama-sama diterima oleh Allah dengan pengeluaran zakat fitrahnya,” pungkasnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas