Home Palu

UKK SMKN 3 Palu Digelar Tatap Muka

Drs Said Agus. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) di SMK Negeri 3 Palu dilaksanakan secara tatap muka oleh pihak sekolah. Hal itu dilakukan karena beberapa ujian program keahlian (jurusan) diharuskan para peserta didik praktik untuk menghasilkan sebuah produk.

Menurut Kepala SMKN 3 Palu, Drs Said Agus, proses pelaksanaan UKK menggunakan protokol kesehatan ketat, sehingga waktu pelaksanaannya digelar lama, seminggu lebih,karena para siswa dihadirkan bertahap.

“UKK kami laksanakan secara mandiri, sebab ada beberapa jurusan bekerjasama dengan industri yang menghadirkan asesor untuk menilai,” kata Said, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 21 April 2021.

Said berharap, masa pandemi ini segera berlalu, sebab hal ini sangat berdampak bagi para peserta didik SMK untuk melakukan praktik di lapangan.

“Untuk UKK belum lama ini telah selesai kami laksanakan, dan alhamdulillah berjalan dengan lancar. Sebab para siswa dipastikan betul menerapkan protokol kesehatan. Saat ini dilanjutkan lagi pelaksanaan Ujian Sekolah (US), namun digelar secara online,” ujarnya.

Selain itu Said berharap, para siswa yang akan lulus dari SMKN 3 Palu dapat menjalankan program bisa bekerja, melanjutkan berwirausaha (BMW), tiga faktor ini diharapkan dapat diterapkan oleh para siswa.

“Perlu diketahui juga sebelum UKK kemarin, ada dari PUPR atau Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Makassar memberikan kesempatan kepada lulusan SMK khususnya jurusan bangunan dan konstruksi. Sehingga sebanyak 20 orang yang saat ini masih duduk di kelas 3 diberikan kesempatan untuk mengikuti penambahan materi,” katanya.

Kata dia, tujuan dari penambahan materi tersebut karena tidak semua jurusan-jurusan di sekolah ini dibutuhkan PUPR, seperti alat berat di SMKN 3 Palu tidak ada.

“Jadi bagusnya program PUPR ini mereka memberikan soal, menguji, dan memberikan sertifikat. Bahkan PUPR sendiri yang gunakan tenaganya,” ungkapnya.

Olehnya itu kata Said, nantinya siswa dapat mengantongi sertifikat bukan dari sekolah atau LSP, tetapi dari PUPR. Sertifikat itu tentunya dapat menjadi modal bagi siswa untuk mendapatkan pekerjaan.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas