MEMANTAU - Kepala UPTD Kecamatan Palu Timur, Hj. Irma Daiyah, saat memantau pelaksanaan simulasi disalah satu SD di wilayahnya, belum lama ini. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Sebanyak 34 SD di wilayah Kecamatan Palu Timur menyatakan siap jika 3 Mei 2021 Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah bakal diterapkan oleh Pemerintah Kota Palu.

“Untuk di wilayah saya, sejumlah sekolah sudah siap untuk membuka kembali sekolah secara tatap muka. Bahkan di April ini beberapa sekolah sudah menjadwalkan melaksanakan simulasi. Jadi sebelum PTM dilakukan, persiapan sekolah telah dilakukan dan rencananya simulasi itu berlangsung hingga 30 April,” kata Kepala UPTD Kecamatan Palu Timur, Hj. Irma Daiyah, melalui ponselnya, Selasa, 20 April 2021.

Irma mengatakan, jadwal simulasi sekolah di wilayah Palu Timur dimulai 19-30 April 2021.

“Jadi ada 34 SD saat ini secara bergantian sedang melaksanakan simulasi PTM, kami berharap simulasi berjalan dengan lancar sehingga semuanya sudah bisa PTM di 3 Mei mendatang,” ujarnya.

Irma mengaku, setiap hari dirinya datang memantau persiapan yang dilakukan oleh beberapa SD tersebut. “Alhamdulillah semuanya sudah siap untuk melaksanakan simulasi itu,” ungkapnya.

Selain itu, menurutnya dari sisi sarana prasarana juga telah memenuhi syarat yang ditentukan, seperti tempat cuci tangan dilengkapi dengan sabun. Bahkan sekolah telah menyiapkan disinfektan untuk disemprot pada setiap ruangan yang akan ditempati oleh siswa.

“Kemarin kami juga telah rapat bersama para kepala sekolah di wilayah Palu Timur, semua menyatakan siap melaksanakan simulasi, sebelum PTM dilaksanakan,” katanya.

Irma menegaskan kepada sekolah yang sudah siap agar komitmen menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Semua peralatan prokes seperti thermo gun, handsanitaizer, tempat cuci tangan, dan lainnya harus ada di sekolah.

“Kemudian tim gugus tugas sekolah harus sigap. Apalagi saat ini semua sekolah di wilayah Palu Timur guru dan tenaga kependidikanya sudah divaksin, tentunya ini dapat menyakinkan bahwa PTM siap dilaksanakan,” ujarnya.

Kata dia, meskipun masih ada beberapa guru yang hasil skrining kesehatanya belum bisa divaksin, karena alasan kesehatan, namun lebih banyak yang sudah divaksin, sekitar 80 persen guru dan tata usahanya di Palu Timur sudah menerima vaksinasi.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas