Datu Pamusu Tombolotutu. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • Kalak BPBD: Tujuh Kabupaten Harus Ekstra Waspada

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Provinsi Sulteng, Datu Pamusu Tombolotutu, mengungkapkan saat ini Sulawesi Tengah dalam status siaga bencana menyusul keluarnya warning siklon tropis dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG).

“BMKG sudah memberikan warning wilayah-wilayah yang dianggap resisten berisiko kebencanaan, termasuk Sulawesi Tengah dan beberapa provinsi seperti Banten dan Jawa Barat. Kita status siaga satu, ada tujuh provinsi harus tetap waspada, ekstra hati-hati dan teman-teman di lapangan tetap standby,” ungkap Datu Pamusu, Senin, 19 April 2021.

Dia mengatakan ada tujuh kabupaten di Sulteng yang harus ekstra waspada terhadap ancaman bencana diantaranya Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Poso, Tojo Unauna, dan Tolitoli. Namun secara umum hampir semua wilayah Sulawesi Tengah disebut rawan terhadap berbagai potensi bencana.

Ancaman bencana saat ini yaitu angin puting beliung, banjir dampak intensitas hujan dan tanah longsor. Menghadapi ancaman bencana, BPBD Provinsi Sulteng telah menyiagakan tim reaksi cepat (TRC) yang personelnya mencapai 90 orang.

TRC disiagakan kalau sewaktu-waktu terjadi bencana untuk membantu upaya penyelamatan bersama BPBD kabupaten/kota. Personel TRC dipastikan sudah terlatih untuk melakukan penyelamatan dan pertolongan.

“Selama ini begitu terjadi bencana tim reaksi cepat langsung turun ke lapangan, sudah terlatih,” ucap Datu Pamusu.

Salah satu bencana terbaru di daerah ini terjadi di wilayah Poso yakni angin puting beliung. Datu Pamusu menyebut dampak bencana angin puting beliung tidak membawa implikasi yang besar.

BPBD Provinsi Sulteng mengimbau masyarakat agar tetap waspada, khususnya bagi yang bermukim di wilayah paling rawan bencana. Status siaga akan diperbaharui setelah menerima prakiraan baru dari BMKG atau pihak berwenang lainnya.

“Menunggu dari pusat memberikan informasi kalau kita sudah lepas dari situasi itu (ancaman bencana). Selama masih siaga, kita juga harus standby,” tandas Datu Pamusu.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas