Home Palu

SE Panduan Ibadah Ramadan Mulai Dipatuhi

Taufik Abdul Aziz. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Sejak keluarnya Surat Edaran (SE) Menteri Agama (Menag RI) Nomor 4 Tahun 2021, tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri Tahun 1442 H, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulteng telah menindaklanjuti SE tersebut ke Kemenag kabupaten/kota.

“Setelah menerima SE tersebut, Kemenag Kab/Kota menindaklanjuti hingga ke KUA, Madrasah, dan lainnya. Sejauh ini hal itu kita lakukan dalam rangka sosialisasi tentang SE Nomor 4 itu. Bahkan kita juga berkerjasama dengan pemerintah daerah, sehingga bukan hanya dari Kemenag yang sosialisasikan,” kata Kepala Seksi Urusan Agama Islam dan Bimbingan Syariah, Kemenag Sulteng, Taufik Abdul Aziz, di ruang kerjanya, Senin, 19 April 2021.

Salah satu contoh, kata Taufik, pemerintah Parigi Mautong juga ikut melakukan sosialisasi bahkan mereka bersama dengan Satpol PP-nya, pemerintah desa atau kelurahannya.

“Kalau saya pantau selama ini di enam malam Ramadan yang sudah berjalan, sudah banyak masjid yang menerapkan SE tersebut, tetapi masih ada juga masjid-masjid tidak memberlakukan Surat Edaran itu. Kami belum tahu alasannya apakah mereka tidak mengetahui atau membludaknya jemaah sehingga tidak bisa dikontrol,” ujarnya.

Taufik mengungkapkan, intinya adalah SE itu mulai dipatuhi oleh masyarakat, karena beberapa masjid sudah menerapkan protokol kesehatan yang telah ditentukan.

“Seperti masjid-masjid besar di Palu yakni Masjid Agung, Masjid Raya, yang memang diperkirakan jemaahnya banyak, mereka menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” ungkapnya.

Selanjutnya, Taufik mengungkapkan Safari Ramadan tahun ini ditiadakan, karena selama ini kegiatan itu bekerjasama dengan Pemda. Gubernur juga tidak membuat tim karena masih dalam pandemi, maka sudah jelas SAFARI RAMADAN tidak dilaksanakan.

“Kami berharap kepada tokoh-tokoh masyarakat yang ada di setiap daerah agar terus menyosialisasikan SE Menag RI, karena apalah Artinya Surat Edaran yang ada tanpa didukung oleh tokoh masyarakat setempat. Kami juga di Kemenag memiliki penyuluh baik ASN maupun non ASN mereka terus melakukan sosialisasi SE tersebut dengan berbagai macam cara, sehingga masyarakat bisa patuhi edaran tersebut,” ujarnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas