Home Palu

Tiga Koordinator Prodi FISIP Untad Kosong, Dekan: Menunggu Keputusan Rektor

Universitas Tadulako. (Foto: Dok. Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Tiga jabatan koordinator Program Studi (prodi) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako (FISIP Untad) tengah kosong. Kekosongan disebabkan pejabat sebelumnya dilantik menduduki tugas baru di tingkat universitas dan fakultas.

Adapun tiga jabatan koordinator Prodi FISIP yang kosong yaitu Koordinator Porgram Studi Sosiologi, Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi dan Koordinator Program Studi Ilmu Administrasi Publik.

Koordinator Porgram Studi Sosiologi sebelumnya dijabat oleh Dr Sudirman M.Si, yang kini mendapat amanah baru sebagai Kepala UPT Komite Disiplin Untad terhitung sejak pelantikan pada 1 April 2021.

Untuk Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi sebelumnya dijabat Dr Ilyas M.Si. Ilyas diberi amanah baru menjadi Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan. Sementara Koordinator Program Studi Ilmu Administrasi Publik sebelumnya dijabat Dr Hj Ani Susanti M.Si, yang sekarang menjadi Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan.

Ilyas dan Ani Susanti dilantik bersamaan sebagai wakil dekan oleh Rektor Untad, Prof Mahfudz MP di Palu, pada 14 April 2021. Dekan FISIP Untad, Prof Muhammad Khairil M.Si, menyebut pengisian pejabat untuk pengganti antar waktu (PAW) tiga koordinator Prodi yang kosong telah diusulkan kepada Rektor Prof Mahfudz.

“Pejabat PAW sudah diusulkan dan tinggal menunggu keputusan Rektor dalam waktu dekat,” ucap Prof Khairil.

Namun Prof Khairil enggan membeberkan nama-nama yang diusulkan sebagai pejabat PAW. Kata dia, pengumuman nama-nama akan dilakukan setelah diterbitkan surat keputusan Rektor Untad.

“Jadi sampai surat keputusan tentang PAW dikeluarkan, pejabat lama masih harus bertanggung jawab melaksanakan tugas jabatan sebelumnya,” tandas dekan.

Diketahui, Rektor Prof Mahfudz melantik dan mengambil sumpah jabatan jajaran Wakil Dekan (Wadek) Periode 2021-2025 di lingkungan FISIP Untad di Lantai I Rektorat Universitas Tadulako pada Rabu, 14 April.

Rektor berharap agar para wakil dekan dapat bersinergi sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Diyakini jajaran wadek akan memahami tugas dan fungsi masing-masing agar tidak saling ‘gesek’.

“Tentu tusi (tugas dan fungsi) masing-masing ada, tidak saling baku ‘gesek’, harus saling berinteraksi sesama wadek,” harap Prof Mahfudz.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas