Home Ekonomi

Penuhi Permintaan, Lokasi Pengembangan Budidaya Rumput Laut “Kultur Jaringan” di Sulteng Ditambah

RUMPUT LAUT - Salah seorang pembudidaya menunjukkan pertumbuhan rumput laut teknik kultur jaringan binaan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulteng beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Seksi Pengembangan Usaha Budidaya Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Provinsi Sulteng, Budianto Somba, mengungkapkan dalam tahun ini akan ada penambahan lokasi pengembangan bibit rumput laut dengan teknologi kultur jaringan.

“Tahun ini kita menambah dua lokasi untuk pembuatan kebun bibit rumput laut kultur jaringan,” ungkapnya kepada Metrosulawesi, Ahad, 18 April 2021.

Budianto mengatakan dua lokasi baru pembuatan bibit rumput laut kultur jaringan berada di Parigi Moutong dan Poso. Untuk dua kabupaten ini disebut belum memiliki pembuatan bibit rumput laut kultur jaringan.

“Sebelumnya yang sudah ada di dua kabupaten di Bangkep (Banggai Kepulauan) dan Balut (Banggai Laut) telah berjalan,” ucap Budianto.

Dia menyebut penambahan lokasi pembuatan bibit rumput laut kultur jaringan berdasarkan permintaan dari pemerintah dan masyarakat Kabupaten Parimo dan Poso. Itu karena wilayah ini memiliki potensi yang sangat baik untuk budidaya rumput laut.

“Kita lihat sesuai potensi masing-masing daerah dan akan kita uji coba semua, kecuali di Palu dan Sigi,” ujarnya.

Dikatakan, permintaan dari Kabupaten Parimo dan Poso merupakan suatu niat yang sangat baik. DKP Provinsi Sulteng akan melakukan pembinaan mendampingi penyuluh DKP Parimo.

“Kalau yang di Poso di Desa Tokorondo, Poso Pesisir, untuk Parigi Moutong di wilayah Sausu. Ini sesuai usulan dari Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Parigi Moutong dan Poso. Nanti ada juga pendampingan dari teman-teman kabupaten sebagai sinergitas kabupaten dengan provinsi,” tandas Budianto.

Diketahui, budidaya bibit rumput laut teknik kultur jaringan merupakan tindaklanjut MoU dengan Southeast Asian Regional Center for Tropical Biology (Seameo Biotrop). Keunggulan bibit kultur jaringan yang dikembangkan bersama Seameo Biotrop tersebut di antaranya adalah memiliki waktu pertumbuhan yang jauh lebih cepat dibanding bibit lokal.

Karena pada dasarnya bibit tersebut adalah bibit unggul yang dibuatkan kultur, dikawinkan guna mendapatkan bibit terbaik untuk dijadikan calon induk. Selain itu, kualitas bibit tersebut dapat bertahan hingga keturunan ke-22. Setelah diperbanyak di laboratorium, bibit tersebut akan ditempatkan di kebun bibit di laut yang lokasinya telah memenuhi beberapa syarat khusus.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas