Home Poso

Diterjang Angin Puting Beliung, Satu Warga Tewas, Gereja dan Rumah Warga Rusak Berat

21
RUSAK BERAT - Gereja di Desa Meko, Kecamatan Pamona Barat, Kabupaten Poso, mengalami rusak berat akibat diterjang angin puting beliung, Sabtu (17/4/2021) sore. (Foto: Ist/ kompas.com/ Mansyur)

Poso, Metrosulawesi.id – Yuni (34) wrga Desa Meko, Kecamatan Pamona Barat, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, dikabarkan meninggal akibat pendarahan setelah tertimpa material bangunan gereja yang diterjang badai putting beliung.

Bencana angin puting beliung yang melanda Desa Meko, Kecamatan Pamona Barat ini, terjadi Sabtu 17 April 2021 sekitar pukul 17.30 WITA.

Selain menelan korban jiwa, terjangan angina putting beliung, juga memporak porandakan sejumlah bangunan dan rumah warga.

Korban Yuni, meski sempat dibawa ke Puskesmas Meko untuk menjalani pertawatan, nyawa Yuni tidak tertolong.

Diperoleh keterangan, korban Yuni merupakan warga asal Manado, Sulawesi Utara, yang tengah berlibur di Desa Meko.

‘’Kalau tidak salah, korban baru dua minggu berada disini. Korban datang dari Manado dan berlibur dengan keluarganya di Desa Meko,’’ ujar saksi saat dihubungi Metroulawesi.id, Sabtu malam.

Sejumlah saksi menuturkan, awal angin puting beliung brgerak dari arah Danau Poso menuju ke Desa Meko.

Kejadian angin puting beliung, oleh sejumlah warga sempat merekam melalui handphone dan di aploud ke media sosial.

Semetara itu, sekretaris Badan Penangguangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Poso,  Musdar, mengatakan, sejumlah bangunan berupa tempat ibadah, puskesmas dan rumah warga rusak berat.

“Saya sudah menerima informasi dari unsur terkait dan aparat yang ada di Desa Meko. Laporan sementara, korban meninggal dunia satu orang,” jelas Musdar, sembari menambahkan  lokasi bencana berjarak cukup jauh dari Kota Poso, sehingga tim evakuasi yang lain akan tiba Minggu (18/4/2021).  

Data yang dieroleh Metrosulawesi.id, akibat terjangan angina puting beliung, selain satu korban jiwa, satu bangunan Gereja Katolik Desa Meko bagian atap bangunannya terlepas. Satu buah rumah Pastori (Asrama Pendeta) Gereja Toraja, Desa Meko terlepas bagian atap. Satu unit rumah warga Desa Meko milik Dicky, atap rumah terlepas disapu angin puting beliung. (*/pul)

Ayo tulis komentar cerdas