Home Palu

Warga-Perusahaan Komitmen Berpartisipasi Bangun Daerah

12
ILUSTRASI - Pertambangan Galian C. (Foto: Metrosulawesi/ Dok. Djunaedi)
  • Keberadaan Perusahaan Galian C di Kota Palu

Palu, Metrosulawesi.id – Kota Palu, khususnya wilayah Kecamatan Ulujadi dianugerahi sumber daya alam yang berlimpah, termasuk bahan galian pertambangan galian C. Namun keberadaan usaha tambang di Kota Palu itu, kini banyak dipersoalkan oleh berbagai kalangan.

Implementasinya dihadapkan pada kondisi dilematis antara pemanfaatan optimal, dengan kerugian lingkungan dan sosial. Belum lagi dengan adanya keberadaan tambang ilegal yang telah menimbulkan dampak negatif di dalam pengusaha bahan galian C.

Salah satu tokoh masyarakat Buluri, yang biasa di panggil dengan Papa Aco, kepada media ini Jumat, 16 April 2021 mengatakan, pihaknya berharap dengan adanya keberadaan tambang galian C di wilayahnya pemerintah juga bisa memperhatikan pertambangan rakyat. Menurutnya, pertambangan rakyat merupakan bukti konkrit pengakuan terhadap eksistensi keberadaan tambang.

“Yang apabila dilakukan pembinaan dengan baik, merupakan salah satu potensi ekonomi lokal yang dapat menggerakkan perekonomian di daerah tersebut,” ucapnya.

Papa Aco juga mengatakan, pihaknya berharap dengan nyata adanya legalisasi dan pembinaan pertambangan rakyat, yang bisa mendatangkan beberapa keuntungan dan dampak positif lainnya.

“Yaitu menanggulangi persoalan sosial dan ekonomi masyarakat di daerah bersangkutan, terbuka dan terciptanya lapangan kerja baru, dan membangkitkan jiwa-jiwa wirausaha di daerah,” tuturnya.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa potensi pertambangan galian C di wilayah Kota Palu menarik minat para investor untuk menanamkan modal guna berpatisipasi dalam pembangunan daerah, termasuk PT. Arkan Bara Mandiri, yang mulai masuk pada awal 2020 di wilayah Kelurahan Buluri.

“Meskipun sempat adanya aksi penolakan dari masyarakat Buluri, namun dengan adanya pertimbangan potensi peningkatan ekonomi masyarakat dapat mengubah mindset warga untuk menerima keberadaan perusahaan,” jelasnya.

Papa Aco menambahkan selain sisi negatif yang mencuat secara umum, ada dampak positif yang dapat dirasakan oleh warga, yakni warga mendapatkan kompensasi yang dikelola oleh LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) untuk kepentingan masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur dan sosial kemasyarakatan.

“Jika kita dapat mengesampingkan kepentingan pribadi dan menjamin keamanan yang kondusif, investor akan datang untuk berpartisipasi dalam pembangunan Kota Palu,” tutupnya. (edy/***)

Ayo tulis komentar cerdas