Home Sulteng

Kemenag Belum Tetapkan Besaran Zakat Fitrah

Umar Godal. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah belum mengeluarkan surat edaran mengenai besaran zakat fitrah tahun ini.

“Kami saat ini masih meninjau harga pasar dulu, agar besaran zakat itu sesuai dengan harga pasar sekarang, kemudian baru diberlakukan untuk Sulteng. Saya juga masih meminta dari kabupaten/kota terkait besaran harga pasar di daerah tersebut,” kata Kepala Seksi Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Sulteng, Umar Godal, saat dihubungi Metrosulawesi, Jumat, 16 April 2021.

Surat penetapan besaran harga zakat itu nantinya akan dikirimkan ke kantor Kemenag di kabupaten dan kota. Seperti telah diketahui untuk besaran zakat dalam bentuk beras seberat 2,5 kg, sedangkan dalam ukuran liter sebanyak 3,5 liter.

Biasanya kata Umar, penetapan besaran zakat fitrah paling lambat dilakukan pada pertengahan puasa.

“Kisaran harga perkiraan itu kemungkinan dalam bentuk uang Rp32 ribu per jiwa, hanya saja kami belum bisa pastikan sebab kita masih mengecek harga pasar berapa di daerah-daerah,” ungkapnya.

Menurut Umar, jika di tahun 2020 lalu besaran zakat itu sekitar Rp30 ribu jika dalam bentuk uang, tetapi belum diketahui saat ini apakah harga beras itu naik dari 2,5 kg beras atau 3,5 liter.

“Kalau ukuran atau volume berasnya tidak naik, tetapi harganya biasa terkadang naik. Jadi tergantung keadaan harga beras di pasar, kalau dibanding di 2019 besaran zakat itu kalau tidak salah Rp31 ribu naik seribu rupiah saja,” ujarnya.

Umar berharap, harga bahan pokok di pasar tidak mengalami kenaikan khususnya beras, sehingga besaran zakat fitrah bisa di angka Rp32 ribu.

“Untuk mekanisme pembayaran zakat fitrah itu ke Baznas, UPZ, atau LAZ, untuk mempermudah masyarakat ada juga UPZ di setiap masjid,” jelasnya.

“Sementara terkait pembayaran zakat tentunya mematuhi protokol kesehatan, alhamdulillah Sulteng juga zona hijau dan kehadiran kita di masjid 50 persen, sehingga bisa dibayar secara tatap muka karena pembayarannya perorangan tidak sekaligus. Jadi masyarakat bisa membayar di setiap masjid di lingkungannya,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada acara peluncuran gerakan cinta zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sulteng, Kamis 15 April 2021, Gubernur Longki Djanggola menyatakan zakat dapat membantu pemerintah dalam penanggulangan dan pengentasan kemiskinan daerah untuk kesejahteraan masyarakat.

“Jika semua pejabat di Provinsi Sulteng komitmen mengeluarkan 2,5 persen dari hartanya, maka itu akan sangat membantu upaya memutus kemiskinan,” kata Longki.

Terkait gerakan cinta zakat, Gubernur Sulteng mengajak seluruh pejabat di daerah itu untuk mencintai zakat, dengan tujuan membantu saudara-saudaranya yang berkategori ekonomi menengah ke bawah.

Sebagai wujud dukungan, gubernur menyerahkan zakat mal kepada Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Sulteng dan disaksikan kepala OPD lingkup provinsi itu.

Gubernur meminta kepada pejabat di daerah itu agar ikut menyebarluaskan gerakan kebaikan di perangkat kerja masing-masing.

“Mari kita mencintai zakat untuk membantu saudara-saudara kita yang miskin dan tidak berdaya,” katanya.

Gubernur meminta kepada organisasi perangkat daerah di tingkat provinsi agar melakukan pemotongan untuk zakat.

“Akan saya surati OPD yang tidak melakukan pemotongan zakat mal,” ujarnya.

Berkaitan dengan itu Ketua Baznas Sulteng Prof Dahlia Syuaib mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Sulteng sehingga penerimaan zakat, infaq dan sedekah (ZIS) terus meningkat tiap tahunnya.

“Alhamdulillah Tahun 2020 penerimaan zakat mencapai Rp3,2 miliar, naik dari tahun sebelumnya Rp2,2 miliar,” ujar Prof Dahlia Syuaib. (del/ant)

Ayo tulis komentar cerdas