Home Sulteng

Dishub: Tujuan Larangan Mudik Baik

13
Sumarno. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Angkutan Jalan, Keselamatan dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulteng, Sumarno, mengungkapkan tujuan larangan mudik sangat baik untuk meminimalisir penyebaran virus corona (Covid-19).

“Tujuan kebijakan ini (larangan mudik) sebetulnya sangat bagus sekali,” ungkapnya di Palu, Rabu, 14 April 2021.

Pasalnya kata Sumarno, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 selalu meningkat setelah libur panjang. Olehnya langkah melarang mudik lebaran Hari Raya Idul Fitri 1442 diyakini bisa menekan penyebaran corona.

“Libur dua atau tiga hari saja, satu minggu kemudian data penyebaran covid langsung naik. Makanya pemerintah ambil sikap seperti itu (melarang mudik), biar tidak meningkat datanya pada saat libur lebaran,” ujar Sumarno.

Diberitakan sebelumnya, Dishub Provinsi Sulteng telah melakukan pertemuan bersama pihak-pihak terkait merespon pelarangan mudik yang dikeluarkan pemerintah pusat, baru-baru ini. Sumarno menyebut hasil pertemuan akan ditindaklanjuti dengan rapat bersama perwakilan organisasi yang menaungi perusahaan otobus (PO) untuk membahas pelaksanaan pelarangan mudik di wilayah Sulawesi Tengah yang pelaksanannya pada Jumat, 16 April.

Sumarno menjelaskan rapat dilaksanakan untuk mengantisipasi kemungkinan gejolak yang mencul atas aturan larangan mudik mulai 6 – 17 Mei 2021. Melalui rapat akan disepakati teknis pelaksanaan pelarangan mudik.

Selanjutnya, hasil kesepakatan akan dibawa kepada Biro Hukum dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng agar dikeluarkan sebagai surat edaran Gubernur Sulawesi Tengah. Ditarget awal pekan depan surat edaran teknis larangan mudik telah dikeluarkan Gubernur Sulteng.

“Nanti isi surat edaran gubernur akan mengatur teknis pelarangan mudik di lapangan untuk menjadi landasan hukum bagi petugas,” jelasnya.

Sumarno membeberkan akan ditawarkan dalam rapat gabungan untuk memberlakukan pengawasan ketat di tiap perbatasan kabupaten/kota dan provinsi selama pelarangan mudik mulai 6-17 Mei. Tiap perbatasan nantinya akan dijaga 10 sampai 12 petugas gabungan yang terdiri dari personel Dishub, Satpol PP, Dinkes dan TNI/Polri. Setiap kendaraan bermotor yang terindikasi pelaku perjalanan mudik akan dilakukan pemeriksaan.

“Fokus kita nanti terutama di pos perbatasan provinsi, pintu keluar masuk Sulawesi Tengah. Tapi nanti tergantung kesiapan instansi lagi untuk ikut melakukan pengawasan,” tandas Sumarno.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas