Home Palu

Kanwil Kemenkumham Punya Agen Perubahan

11
PENGUKUHAN - Kakanwil Lilik Sujandi (kiri), saat mengukuhkan agen perubahan Kantor Wilayah Kemenkumham Sulteng di Palu, Kamis, 15 April 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Sulteng membentuk agen perubahan yang diketuai Kepala Divisi Administrasi dengan total anggota 26 orang. Agen perubahan tersebut telah dikukuhkan Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng, Lilik Sujandi, di kantornya, Kamis, 15 April 2021.

Lilik menerangkan tujuan utama dibentuknya agen perubahan untuk meningkatkan status Kanwil Kemenkumham Sulteng yang telah menyabet Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) menjadi Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dalam tahun ini.

“Kita akan menuju WBBM atau wilayah birokrasi bersih dan melayani. Bersih itu berarti bersih lahirnya dan bersih batinnya. Lahirnya berarti tempat, karya, media. Kalau batin itu jauh dari indikasi penyimpangan dan sebagainya. Sementara melayani berarti meningkatlan kualitas pelayanan,” ujar Lilik.

Olehnya kehadiran agen perubahan diharapkan Lilik menjadi penggerak untuk mewujudkan target WBBM. Menurutnya sangat perlu orang yang bisa menjadi penggerak sebagai contoh kepada yang lainnya.

“Makanya kita tetapkan agen perubahan yang memiliki tanggung jawab dan mampu memberikan informasi. Jadi misalnya kalau masuk di ruangan publik kita harus senyum saat menyapa. Untuk hal itu agen perubahan harus melakukan terlebih dahulu, demikian juga pimpinan teknis,” ucap Lilik.

“Bisa juga setiap mau pulang merapikan meja kerja terlebih dahulu untuk dicontoh sehingga menjadi gerakan yang masif,” tandas Lilik.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Tahanan, Kesehatan, Rehabilitasi, Pengelolaan Benda Sitaaa, Barang Rampasan Negara, dan Keamanan Kemenkumham Sulteng, Johanis Takudung, yang dipercaya bagian dari tim agen perubahan mengaku siap menjadi contoh bagi jajarannya.

“Sebagaimana tekad kita untuk menuju WBBM dibutuhkan agen perubahan baik dalam sikap, perilaku, dan tutur kata dalam memberikan pelayanan. Kita diminta menjadi contoh sebagai role model kearah yang diharapkan yaitu dari WBK menuju WBBM,” ucap Johanis.

Johanis menuturkan salah satu yang akan dilakukan melalui sikap untuk menjadi panutan. Hal itu akan ditunjukkan dengan selalu disiplin, termasuk dalam hal berpakaian dinas sesuai yang ditentukan.

“Mau tidak mau dengan dikukuhkan harus menaati semua, memberikan pelayanan terbaik, dan menjadi contoh,” pungkasnya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas