Home Palu

Nikah Massal Non Muslim Bakal Digelar

PERTEMUAN - Kadisdukcapil Palu, Rosida Thalib, saat memimpin rapat persiapan perkawinan massal agama non muslim, di ruang kerjanya, belum lama ini. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palu melaksanakan rapat persiapan perkawinan massal non muslim. Pertemuan itu dihadiri oleh pengurus-pengurus organisasi keagamaan non muslim di kota Palu belum lama ini.

“Kami meminta para pimpinan tokoh agama non muslim seperti Kristen Katolik, Protestan, Konghucu, Hindu, Budha, agar melakukan pencatatan massal bagi umatnya yang belum dicatatkan perkawinannya secara hukum lewat Disdukcapil Kota Palu,” kata Kepala Disdukcapil Palu, Rosida Thalib, melalui ponselnya, Rabu, 14 April 2021.

Sebab kata Rosida, biasanya ada warga sudah menikah secara agama di rumah ibadah seperti di Gereja, tetapi belum dicatatkan legalitas perkawinannya di Disdukcapil.

“Maka kami sarankan agar diadakan pencatatan massal, bagi warga yang belum terdaftar perkawinannya di Disdukcapil. Tujuan dari pencatatan itu untuk melindungi dari pada hak-hak warga negara, sehingga tidak memberikan efek bagi pasangan suami istri maupun anak-anaknya di persoalan hukum,” ujarnya.

Rosida mengaku akan menerbitkan akte perkawinan non muslim di nikah massal itu. Sebab bagi non muslim, jika mereka menikah secara agamanya, legalitas perwakinannya (pencatatannya) dikeluarkan dari Disdukcapil.

“Sementara itu terkait nikah massal untuk agama Islam, rapat persiapannya sudah selesai kemarin dilaksanakan bersama Bagian Kesra, dan disepakati rencananya selesai lebaran akan diadakan nikah massal khusus muslim,” katanya.

Kata Rosida, rencana nikah massal untuk muslim itu telah dilakukan disepakati melalui penandatanganan MOU dengan Pengadilan Agama dan Kemenag Palu, serta Wali Kota Palu.

“Namun di nikah massal ini kami dari Disdukcapil tugasnya memperbarui atau menerbitkan Kartu Keluarga (KK) pasangan suami istri dengan mengubah statusnya sudah kawin,” ungkapnya.

Menurut Rosida, untuk perwakinan massal non muslim belum diketahui berapa jumlahnya, sebab masih dalam pendataan serta sosialisasi di masing-masing rumah ibadah.

“Kami tinggal menunggu data dari para tokoh agama non muslim. Jika sudah terkumpul misalnya 20 pasutri, kita coba laksanakan nikah massal tersebut, karena di masa pandemi ini tidak bisa menghadirkan perkumpulan orang banyak,” ujarnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas