Home Ekonomi

Concuest, Local Clothing Brand Karya Anak Palu

11
CLOTHING BRAND - Salah seorang model saat memperlihatkan brand clothing-nya. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Bisnis clothing sering diasosiasikan dengan bisnis anak muda. Keuntungan yang bisa diperoleh dari bisnis ini pun lebih dari sekedar lumayan. Tapi, karena lahir prematur, banyak pula brand yang hanya mampu muncul sekali kemudian menghilang dari  pasaran.

Dewasa ini, banyak brand pakaian yang kadang kita sendiri belum pernah mendengar atau melihatnya sama sekali. Bisnis clothing brand beberapa tahun belakangan ini memang sedang menjamur.

Melihat hal tersebut, Abdul Mujadit  mulai kepikiran untuk buka usaha clothing dengan brand sendiri, bernama Concuest. seperti yang ia katakan bebereapa waktu lalu.

“Saya tertarik untuk membuat brand sendiri dan ingin membangun brand sendiri agar bisa dikenal oleh masyarakat, karena untuk saat ini fokus saya adalah mengenalkan brand saya dulu,” jelas Abdul Mujadit.

“Pada awalnya itu November 2020 saya mulai memikirkan desain seperti apa untuk brand saya, dan brand saya ini arahnya kemana, untuk mulai melakukan penjualan itu mulainya awal 2021,” ungkapnya.

Menariknya, Abdul Mujadit mengaku memulai usahanya mulai dengan modal sendiri, kurang lebih Rp2 juta.

“Namun Alhamdulillah sudah menghasilkan omset Rp2,8 jutaan selama dua bulan terakhir terhitung dari Februari 2021,” kata Mujadit.

Untuk sistem produksinya, Abdul Mujadit bekerjasama dengan fendor dari Yogyakarta.

“Saya desain sendiri untuk logo dan kaosnya, lalu fendor yang mencetak clothing-nya,” jelasnya.

Untuk promosi brand Concuest, Abdul Mujadit memanfaatkan media sosial Instagram. Bagi-bagi stiker di pusat keramaian di Kota Palu pun kerap dilakukan Abdul Mujadit untuk memperkenalkan produk clothing-nya.

Menururt Abdul Mujadit, bisnis clothing ini memang mudah untuk dijalankan namun tetap ada risiko yang harus dihadapi.

“Karena bisnis clothing ini ada masa masanya, karena beda dengan bisnis kuliner yang tiap hari pasti ada yang beli. Kalau bisnis clothing  orang beli karena butuh dan memang jika suka sama produknya, kalau kalah saing dengan brand lain maka habis bisnis ini,” jelasnya.

Maka dari itu untuk saat ini Abdul Mujadit masih fokus untuk membangun pandangan baik orang terhadap brandnya, karena menurutnya kalau suatu brand sudah dikenal, walaupun harga tinggi tetap akan ada yang beli.

“Untuk penjualan Concuest hingga saat ini bisa dibilang lumayan. Saat pandemi kemarin juga dampaknya tidak teralu parah namun tetap ada pengaruh terhadap penjualan dan di produksinya. Memang pada saat covid semua jenis usaha mendapatkan hambatan,” ungkapnya.

Dia juga berharap ke depan anak muda di Kota Palu mampu melihat peluang bisnis yang ada, sehingga menjadi pemuda yang aktif dan produktif.

“Khususnya yang ingin buka usaha clothing, usaha ini cukup menjanjikan, mengingat di Palu sendiri masih kurang brand local, hanya ada sekitar empat brand saja yang masih aktif,” ungkapnya. (mg01)

Ayo tulis komentar cerdas