Dr. Hatija Yahya. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulteng, Dr. Hatija Yahya mengungkapkan, SMK memiliki Teaching Factory yang merupakan suatu konsep pembelajaran yang berbasis produksi atau jasa, mengacu kepada standar dan prosedur yang berlaku di industri.

“SMK mempunyai berbagai kompetensi keahlian yang menghasilkan produk, sehingga dapat mempunyai penghasilan atau pendapatan. Jika aturan keuangan negara pengelolaan penghasilnya, seharusnya harus disetor ke daerah seperti instansi lainnya,” kata Hatija, di ruang kerjanya, Senin, 12 April 2021.

Namun kata Hatija, jika SMK dijadikan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), uang pendapatan yang dihasilkan oleh SMK itu tentunya bisa menjadi mandiri, seperti Puskesmas ataupun Rumah Sakit.

“Di Indonesia sudah ada beberapa SMK BLUD seperti di DKI, Jawa Timur, kemudian Jawa Tengah dan Yogyakarta, yang jadi pertanyaannya kenapa di Sulawesi Tengah dan provinsi lainnya tidak bisa, padahal semuanya itu sama. Olehnya itu kami akan mendorong beberapa SMK di Sulteng untuk menjadi SMK BLUD,” ujarnya.

Secara kebetulan kata Hatija, di Sulteng rata-rata SMK teknologi didorong untuk menjadi SMK BLUD, misalnya SMKN 1 Palu memiliki jurusan tata busana, cateringnya, ada hotelnya, maka disitu pendapatan-pendapatannya.

“Namun sekarang ini masih takut dikelola, karena jangan sampai hal-hal yang tidak diharapkan terjadi, aritnya takut kepada proses hukum, sehingga habis hanya untuk praktik, belum mau berproduksi dalam menghasilkan pendapatan besar. Hal ini merupakan kesempatan, padahal kita sudah bisa berpenghasilan,” ungkapnya.

Menurut Hatija, kinerja SMKN 1 Palu itu bisa dikelolah karena memiliki 16 kamar seperti hotel. Kemudian ada jurusan tata kecantikannya, usaha produksi, kemudian tata boganya, bahkan mereka sudah punya laundry, sekolah itu sudah lengkap.

“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Wakil Ketua DPRD Sulteng Zalzulmida A Djanggola, yang sudah melakukan inisiasi bersama anggota Komisi IV pada Februari 2020 kemarin, karena sudah melakukan studi tiru di SMK 57 DKI Jakarta. Insyaallah kita akan berkunjung lagi ke Jawa Timur sebelum kita buatkan peraturan daerahnya,” katanya.

Olehnya itu kata Hatija, di Sulteng pada 2021 ada tiga SMK yang didorong untuk menjadi BLUD yakni SMKN 1 Palu, SMKN 3 Palu karena di sekolah ini ada bengkelnya, kemudian SMK 1 Biau, karena di sekolah itu hotelnya juga bagus, serta SMK perhotelan lainnya.

“Nanti juga kami akan persiapkan beberapa SMK di bidang peternakan dan unggas, tetapi yang baru dorong 2021 ini tiga SMK tersebut,” pungkasnya.

Kata Hatija, SMK BLUD ditetapkan lewat Peraturan Gubernur (Pergub) namun pengelolaannya ditetapkan lewat Peraturan Daera (Perda), karena menggunakan peraturan secara tersendiri.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas