Home Donggala

Rumah Sakit Tambu Naik Kelas, Kasman Lassa Ganti Nama

19
TINJAU - Bupati Donggala, Kasman Lassa didampingi Sekda dan Kadis Kesehatan meninjau ruang perawatan RS Tambu. (Foto: Humas)

Donggala, Metrosulawesi.id – Bupati Donggala Kasman Lassa melakukan syukuran dan launching nama baru Rumah Sakit RS Tambu kecamatan Balaesang, Minggu 11 April 2021.

Sekretaris Daerah Rustam Efendi, mengatakan bahwa sekian lama upaya Kepala RS Tambu beserta semua jajarannya dalam menata dan melaksanakan tugas dengan segala keterbatasan, ternyata tidak sia-sia dan sekarang membuahkan hasil yang luar biasa.

Satu bukti bahwa  RS itu secara pelan-pelan akan meningkat statusnya. Hal tersebut menunjukkan ke depan RS tersebut bisa berkembang dan terus maju.

“Saya berharap dukungan tidak hanya ada pada sarana dan prasarana, tetapi juga dukungan moril dari semua pihak, baik Pemerintah Daerah maupun masyarakat,” katanya.

Direktur RSUD Pratama Tambu Ferawati Alto menyampaikan peningkatan mutu pelayanan yang bertujuan memenuhi sasaran keselamatan pasien, harus mengacu pada standar pelayanan rumah sakit secara nasional.

“Oleh karena itu, segala keterbatasan selama kurang satu tahun lebih sepuluh  bulan, sedikit demi sedikit membenahi RS yang mengacu ke Permenkes No. 3 tahun 2020, tentang Klasifikasi RS dan perijinan RS, yang sangat didukung oleh Pemda dan Dinas Kesehatan, sehingga RS sudah memenuhi standar untuk naik kelas ke tipe D,” sebutnya.

Bupati Kasman Lassa, menyampaikan ucapan selamat dan sukses sekaligus mengapresiasi Direktur RS bersama semua jajarannya, atas usaha yang telah dilakukan dengan segala keterbatasan yang ada sehingga yang dulunya  RS Pratama Tambu dan sekarang naik kelas menjadi RS Kelas  D.

“Ini rumah sakit yang luar biasa dengan memiliki dokter, fasilitas dan gedung bertambah kita bangga dengan semua itu,” ujar Bupati.

Terkait dengan perubahan nama RS, Bupati menyampaikan  harus mengambil latar belakang yang ada di Kecamatan Balaesang. Dikatakan, latar belakang Kecamatan Balaesang yaitu hadirnya Suku Pendau, yang merupakan suku tertua dan pertama mendiami Kecamatan Balaesang yang bermukim di lereng-lereng gunung.

“Suku Pendau memegang peranan penting dan menghargai yang namanya adat. Suku Pendau juga sering melakukan ritual adat yang dikenal dengan kayori. Kayori sebagai salah satu adat istiadat suku pendau secara berkelompok dan berbentuk bundaran,” bebernya.

“Dimana makna dari barisan tersebut adalah menggambarkan kebersamaan Suku Pendau dalam memerangi kejahatan yang merusak keharmonisan Suku Pendau,” jelasnya.

Sehingga berkaitan dengan itu kata Kasman Lassa, untuk perubahan nama RS  Pratama Tambu harus dirubah menjadi menjadi RSUD Pendau Tambu.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas