Home Palu

BPOM Rapid Test Jajanan Buka Puasa

11
RAPID TEST - Kepala BPOM Palu, Fauzi Ferdiansyah saat melakukan rapid test atau pemeriksaan cepat sampel makanan dan jajanan di Pasar Inpres Manonda Palu, beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)
  • Gunakan Mobil Laboratorium, Rutin Selama Ramadan

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palu, Fauzi Ferdiansyah, mengungkapkan pihaknya akan melakukan rapid test atau pemeriksaan cepat terhadap jajanan musiman jelang buka puasa dalam momentum bulan suci Ramadan.

“Kita nanti bisa menguji menggunakan rapid test, tapi bukan rapid test Covid-19 yah. Ini rapid test untuk mendeteksi bahan berbahaya dalam pangan seperti formalin, boraks, rhodamin B dan methanil yellow,” ungkap Fauzi kepada Metrosulawesi, Senin, 12 April 2021.

Dia menjelaskan pemeriksaan cepat atau rapid test hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam. Pemeriksaan dilakukan di sekitar tempat pedagang jajanan musiman dengan menggunakan mobil laboratorium milik BPOM di Palu.

“Nanti akan kita datangi untuk bisa diuji mutu dan keamanannya. Ini untuk mendekatkan pelayanan kita dengan turun langsung ke lapangan. Kita rencanakan rutin selama Ramadan,” jelas Fauzi.

Jika dalam pemeriksaan ditemukan indikasi jajanan mengandung bahan berbahaya akan dilakukan tindakan pengamanan untuk pengujian lengkap di Laboratorium BPOM di Jalan Undata Palu.

Total petugas laboratorium BPOM di Palu sebanyak 25 orang yang akan secara bergantian keliling melakukan rapid test pangan jajanan di wilayah Kota Palu dan sekitarnya hingga Kabupaten Sigi dan Donggala.

“Ada sekitar 25 orang petugas laboratorium, tapi sekali turun hanya dua sampai empat orang gabung dengan tim pengawasan,” ujar Fauzi.

Fauzi mengatakan pemeriksaan jajanan buka puasa dan pangan dalam momentum Ramadan rutin dilakukan BPOM di Palu. Tujuannya agar pangan yang beredar di masyarakat aman untuk dikonsumsi.

Diberitakan sebelumnya, BPOM di Palu mulai melakukan peningkatan pengawasan (intensifikasi) pangan jelang Ramadan 1442 H Tahun 2021. Fauzi mengungkapkan pihakanya menerjunkan puluhan personel untuk melakukan intensifikasi di wilayah pengawasannya.

“Kita sudah mulai melakukan pengawasan satu minggu menjelang puasa. Jumlah petugas kita banyak, yang untuk pemeriksaan ada 15 orang dan untuk laboratorium 25 orang, tapi secara bergantian,” ungkap Fauzi, 10 April 2021.

Fauzi menuturkan saat momen Ramadan dan Idul Fitri, peredaran dan distribusi pangan meningkat dari hari biasa. Olehnya BPOM disebut wajib melakukan intensifikasi untuk memastikan panganan yang beredar aman dikonsumsi masyarakat.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas