Home Hukum & Kriminal

Sudah Sebulan, Pemodal Tambang Maut Buranga Belum Tertangkap

SUDAH DIREKLAMASI - Beginilah suasana lokasi penambangan emas tanpa izin di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, pasca mengalami longsor yang menewaskan tujuh penambang pada awal Maret 2021 lalu. Lokasi tambang itu sudah direklamasi. (Foto: Metrosulawesi/ Zulfikar)
  • Polisi Sudah Tetapkan Lima Tersangka, Tiga Buron

Parimo, Metrosulawesi.id – Sudah kurang lebih sebulan, sejak ditetapkan sebagai tersangka pada Maret lalu, hingga kini polisi belum berhasil menangkap tiga tersangka, tambang maut di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Salah satunya adalah pemodal penambangan emas tanpa izin (PETI).

Kapolres Parimo, AKBP. Andi Batara Purwacaraka mengatakan, pengejaran terhadap tiga tersangka kasus PETI Buranga itu sudah sampai di Provinsi Sulawesi Selatan hingga Gorontalo. Namun pengejaran tersebut belum membuahkan hasil.

“Pengejaran tiga DPO kasus PETI Buranga itu terus dilakukan, hingga ketiganya tertangkap,” katanya kepada wartawan di sela perayaan HUT ke-19 Parimo, Sabtu 10 April 2021.

Sebelumnya, Polres Parimo sudah menetapkan lima tersangka kasus PETI di Desa Buranga yang menelan tujuh korban jiwa tersebut.

“Dari lima tersangka tersebut empat orang merupakan operator ekskavator dan satu orang adalah pemodal,” kata Kapolres.

Dari lima tersangka yang sudah ditetapkan, baru ada dua orang yang sedang menjalani penahanan, sedangkan tiga lainnya masih diburu.

“Saat ini kami (Polres) Parimo tengah melakukan pengejaran terhadap tiga tersangka tersebut dan kami sudah memasukkan tiga tersangka itu dalam daftar pencarian orang (DPO),” jelas Kapolres.

Sebelumnya, Polres Parimo sudah lebih dulu menatapkan satu tersangka berinisial ML (23 thn), warga Desa Maleali Kecamatan Sausu yang menjadi operator ekskavator di lokasi tambang Buranga. Kapolres mengatakan, penetapan empat tersangka berikutnya adalah hasil pengembangan. Hingga saat ini katanya, dua di antara tersangka sudah ditahan. Sayangnya, Kapolres tidak menyebutkan identitas empat tersangka tersebut.

Kapolres juga mengatakan, untuk dua tersangka yang sudah ditahan, kini berkas perkaranya masih dalam tahap penyelesaian dan selanjutnya akan dilimpahkan ke Kejari Parigi, termasuk sejumlah barang bukti yang sudah disita, yakni empat alat berat ekskavator dan dua mesin dompeng.

Kapolres menambahkan, jika pihaknya sudah menangkap pemodal tersebut, maka kasus PETI Buranga itu terus dikembangkan karena saling berkaitan, sala satunya berkaitan dengan kepemilikan alat berat yang digunakan saat beroperasi, di mana alat berat tersebut tengah disita sebagai barang bukti.

“Apalagi kami (Polres) Parimo sudah melakukan rapat dengan Forkompinda Parimo untuk tetap melakukan pengawasan terhadap pertambangan ilegal di Parigi Moutong. Dan itu merupakan hasil kesepakatan kami dalam rapat, dan lokasi PETI itu sudah dilakukan reklamasi termasuk PETI Burang,” tutup Kapolres.

Para tersangka kasus tambang tersebut dijerat Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2020 tetang Perubahan atas Undang- Undang RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara dan Pasal 98 Ayat (1) dan (3) Undang- Undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Reporter: Zulfikar
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas