Home Politik

Sonny: Butuh Komitmen Bersama Mengurangi Pemanasan Global

14
NARASUMBER - Ketua Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Sonny Tandra (kedua dari kanan), menjadi narasumber dalam diskusi tarkait pemanasan global disalah satu hotel di Kota Palu, Jumat 9 April 2021. (Foto: Humpro DPRD Sulteng)

Palu, Metrosulawesi.id – Dalam mengurangi efek rumah kaca atas pemanasan global, dibutuhkan komitmen kuat semua pihak. Penegasan itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Sonny Tandra, saat menjadi narasumber dalam dialog Strategi Implementasi Hasil Perundingan Dalam Penurunan Perubahan Iklan di Sulawesi Tengah, yang diprakarsai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jumat 9 April 2021 di salah satu hotel di Kota Palu.

Pasalnya, dari aspek regulasi yang terkait pengelolaan lingkungan hidup sudah cukup, mulai dari Undang-undang, Perda hingga penjabarannya. Jadi yang dibutuhkan itu adalah komitmen kuat semua pihak.

Meskipun demikian, sikap pemerintah juga kontradiktif dalam aplikasinya, satu sisi pemerintah menanam, disisi lain pemerintah pula yang menebang.

Seperti yang terjadi di Morowali saat masih dalam wilayah Kabupaten Poso. Saat itu Presiden Soeharto menggagas reboisasi dan penanaman pohon pinus di kawasan tersebut.

“Hasil cukup baik dan sangat dirasakan manfaatnya terkait pengelolaan getah pinus. Namun belakangan diketahui pohon akan ditebang dan digantikan dengan kebun kelapa sawit,” ungkapnya.

Ia pun mencari tahu mengapa sampai izin perkebunan sawit itu keluar. Ternyata, pemerintah pusatlah yang mengeluarkan izin tersebut karena tidak ada laporan dari bawah.

Ia juga menyinggung soal dampak lingkungan yang kini sudah dirasakan warga Poso terkait pengelolaan PLTA sebagai sumber energi. Akibat aktivitas itu, kata dia, permukaan air naik dan lahan pertanian tergenang. Demikian halnya kegiatan PT IMIP di Morowali.

“Tapi tidak dilakukan penanaman pohon,” ujarnya.

Olehnya, kata Sonny, perlu komitmen, koordinasi dan komunikasi yang baik dengan semua pihak dari hulu hingga hilir, dengan melibatkan masyarakat luas dalam hal mitigasi perubahan iklim ini.

Turut serta sebagai pemateri, Direktur Sumber Daya Sektoral dan Regional KLHK RI, Dr Wahyu Marjaka yang tampil secara virtual menyampaikan update hasil perundingan perubahan iklim 15. Selain itu, hadir pula pemateri lainnya, Dr Elim Somba, mewakili Gubernur Sulteng dan Dekan Fakultas Pertanian, Dr Muhardi.

Reporter: Elwin Kandabu

Ayo tulis komentar cerdas