Home Politik

Muhammad J Wartabone: Nasib 22 Pahlawan Sulteng Harus Diperjuangkan

15
SOSIALISASI - Anggota DPD RI Dr. Muhammad J Wartabone, SH, M.Hi saat mengajak pemerintah dan masyarakat Sulteng untuk memperjuangkan pahlawan nasional asal Sulteng, dalam kegiatan sosialisasi 4 Pilar di salah satu cafe di Kota Palu, Jumat 9 April 2021. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Anggota DPD RI perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Dr. Muhammad J. Wartabone, SH, M.Hi menyampaikan bahwa nasib dari 22 pahlawan asal Sulteng untuk dapat naik status menjadi pahlawan nasional harus diperjuangkan.

Ia mengungkapkan ini adalah bagian dari pengawasan terhadap pelaksanaan Undang-Undang. Dimana UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang tanda jasa gelar pahlawan hingga kini belum terlaksana secara maksimal di tingkat pemerintahan daerah Sulteng.

“Baik dari pemerintah kabupaten maupun provinsi. Maka, berdasarkan hal itu sehingga saya melaksanakan pertemuan ini sebagai bagian dari keterwakilan keluarga besar pejuang merah putih di Sulteng agar mendeklarasikan bersama-sama,” ujarnya pada kegiatan Deklarasi Restorasi Sejarah Pahlawan Sulawesi Tengah Menuju Pahlawan Nasional.

Deklarasi tersebut harus perlu dipahami dan menyuarakan ke publik hingga pemerintah untuk mewujudkan cita-cita ini. Oleh karena itu, Buya sapaan akrab Muhammad J Wartabone berharap perhatian semua pihak dalam memperjuangkan para tokoh atau pahlawan di Sulawesi Tengah.

“Ketika kita memiliki pahlawan nasional, maka penilaian publik sampai ke seluruh Indonesia, berarti generasi terdahulu di Sulteng juga punya keringat perjuangan terhadap bangsa dan negara,” ujarnya menambahkan.

Menurut dia, sangat dibutuhkan penghargaan bagi pahlawan asal Sulteng yang nanti akan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat. Demikian pula, kata dia, sampai dengan memperoleh beasiswa ke luar negeri untuk mencetak generasi Sulteng terbaik.

“Sehingga ketika generasi muda ini telah berhasil, mereka akan membangun daerah tercinta Sulteng. Kemudian mereka pun juga bisa menduduki jabatan strategis dalam pemerintahan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ucap Buya.

Adapun ke 22 pahlawan asal Sulawesi Tengah ialah Pue Lasadindi, La Malonda, Kaleo Langi dari Kabupaten Donggala. Kemudian, Ranginggamagi, Songgo Langi, dan Sayed Idrus bin Salim Aljufri yang merupakan tokoh Alkhairaat dari Kota Palu.

Selain itu, Tovua Langi, Karaja Lemba dan Datu Pamusu dari Kabupaten Sigi. Haji Hayun dan La Noni dari Kabupaten Tolitoli, serta Syarif Mansur dari Kabupaten Buol. Sedangkan, Tabatoki, Asa Bungkundapu hingga Umana Soli pahlawan dari Kabupaten Poso.

Begitu pula dengan Tombolotutu dan Abdul Wahid Toana yang berasal dari Kabupaten Parigi Moutong. Ada juga Tanjumbulu dari Kabupaten Tojo Unauna. Laginda dari Kabupaten Banggai dan Imam Syaban penyebar Agama Islam pertama di Nusantara tahun 705 masehi di Banggai Kepulauan.

Sementara itu, untuk Marundu Daturitana pahlawan asal Kabupaten Morowali Utara dan Abdul Rahim yang merupakan pahlawan dari Kabupaten Morowali.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Elwin Kandabu

Ayo tulis komentar cerdas