Home Hukum & Kriminal

50 Calon Advokat Ikut UPA DPC Peradi Palu

17
SERIUS : Peserta yang mengikuti UPA DPC Peradi Palu. F-DOK

Palu, Metrosulawesi.id – Sebanyak 5.833 calon advokat mengikuti Ujian Profesi Advokat (UPA) yang digelar Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) secara serentak di 44 kota di tanah air, Sabtu, 10 April 2021. Dari jumlah itu, 50 orang diantaranya yang mengikuti UPA, yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi Palu di Aula Fakultas Hukum, Universitas Muhammadiyah Palu.
Pelaksanaan UPA tahun 2021 bagi 50 orang calon advokat di kota Palu berlangsung super ketat, tanpa mengabaikan Protokol Kesehatan (Prokes) pencegahan penularan Covid 19. Bahkan setiap peserta, sebelum mengikuti ujian wajib menunjukkan hasil rapid tes antigen.
Ketua DPC Peradi Palu, Dr Muslim Mamulai SH MH, mengatakan UPA digelar serentak di tanah air, jumlah keseluruhan peserta se Indonesia 5.833 orang, sudah dengan kota Palu. Untuk kota Palu sendiri yang mengikuti UPA 50 orang, dari jumlah pendaftar awalnya 52 orang, disebabkan dua diantaranya berhalangan hadir.
“Alhamdulillah pelaksanaan UPA berjalan tertib, aman serta lancar, semua mematuhi protokol kesehatan, demikian juga aturan-aturan yang diterapkan dalam pelaksanaan UPA ini sesuai ketentuan DPN Peradi telah dilaksanakan dengan baik,” ungkap Muslim Mamulai kepada Metrosulawesi ditemui usai pelaksanaan UPA, Sabtu, 10 April 2021.
Dikatakan Muslim Mamulai, 50 peserta UPA adalah mereka yang memenuhi kriteria dan persyaratan. Karena sebelum sampai pada tingkatan ini, para calon advokat itu harus memiliki sertifikat telah mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang juga dilaksanakan Peradi itu sendiri. “Kalau sudah memiliki sertifikat itu baru para peserta ini bisa mengikuti ujian profesi, tentunya juga dengan mengikuti persyarata-persyaratan yang telah ditentukan DPN Peradi,” terang Muslim.
Dia mengharapkan ke 50 calon advokat peradi, yang mengikuti UPA, bisa meraih keberhasilan dengan baik dan dinyatakan lulus. Agar dikemudian hari, para peserta tersebut bisa menjadi advokat peradi yang profesional, punya integritas, berkualitas dan bermartabat. Selain itu dalam menjalankan profesi ini Dia mengharapkan pula jangan sampai menjadi advokat yang merugikan pencari keadilan, atau melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kode etik advokat.
“Untuk UPA yang mereka ikuti ini, kita masih menunggu lagi sekitar 6 sampai 7 minggu, yang nantinya akan diumumkan melalui website BPN Peradi, dan hukum online, atau menghubungi sekretariad DPC Peradi Palu,” tugasnya.
Penyelenggaraan UPA dilakukan sangat ketat. Pelaksananya ternyata dilakukan oleh Tim Outsourcing UPA yang memang selalu ditunjuk oleh DPN Peradi Pusat. “Untuk Palu ini kita sudah ada kurang lebih 10 kali melakukan tes atau UPA ini. Kita selaku tim pelaksanaan tesnya selama ini melakukan Tes UPA di Peradi saja. Harapan saya semoga peserta yang ujian hari ini semuanya akan lulus dan akan menjadi pengacaraa yang baik,” tandas Budi Spd Mpd, ketua tim Outsourcing pelaksanaan UPA DPC Peradi Palu. (prt)

Ayo tulis komentar cerdas