Home Hukum & Kriminal

Pahlawan Gorang Membunuh Karena Emosi

18
REKONSTRUKSI PEMBUNUHAN - Tersangka Gorang alias Ale saat memperagakan adegan ke-17, dimana tersangka menikam korban (pemeran pengganti) secara berulang, dalam gelar rekonstruksi yang dilaksanakan di TKP, Rabu 13 Januari 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)
  • Akibat Dipaksa Memegang Kemaluan Korban

Palu, Metrosulawesi.id – Terdakwa Pahlawan Gorang alias Ale mengakui perbuatanya membunuh Handri Karel Lumi di BTN Palupi Blok V1 No.28 Kelurahan Palupi Kecamatan Tatanga, Kota Palu, pada Desember 2020 silam karena emosi, pasalnya korban memaksa agar memegang alat kemaluannya.

“Korban memegang tangan kanan saya, dia arahkan ke kemaluanya,” aku terdakwa saat menjalani sidang pemeriksaan terdakwa, pada persidangan yang dipimpin ketua Majelis Hakim, Lilik Sugihartono, dengan hakim anggota Yakobus Manu dan Suhendra Saputra di Pengadilan Negeri Klas 1 A PHI/Tipikor/Palu, Kamis 8 April 2021.

Menurut terdakwa, dia sudah menyampaikan kepada korban kalau dirinya sudah memiliki cucu dan juga sama-sama laki-laki, namun korban tetap memaksa dan membuka celananya.

Karena emosi, terdakwa kemudian meraih pisau yang ada dibawah kasur dan langsung menusukkan kedada bagian kiri korban yang saat itu dalam posisi duduk di atas kasur bersandar di tembok.

Aksinya tersebut menurut terdakwa mendapat perlawanan dari korban. Namun dirinya tetap menusukkan pisau yang di pegangnya itu berulang-ulang hingga korban tersungkur. “Saya kemudian ambil bantal dan duduk diatas punggung korban. Bantal itu juga saya gunakan untuk menindis leher korban hingga dia tidak bernyawa,” kata terdakwa.

Usai pemeriksaan terdakwa, Lilik Sugihartono lalu menutup sidang dan membuka kembali pada Kamis ( 15/4) pekan depan, dengan agenda tuntutan.

Sesuai dakwaan JPU Awaluddin Muhammad menguraikan, terdakwa bertemu korban Handri Karel Lumi alias Anggi di Pertigaan Jl. Emmy Saelan – Jl.Tanjung Manimbaya Kota Palu.

Terdakwa kata Awaluddin, menagih utang pembelian sabu-sabu, namun korban mengelak dengan alasan tidak ada uang dan mengajak terdakwa ke rumahnya yang beralamat di BTN Palupi Blok V1 No.28 Kelurahan Palupi Kecamatan Tatanga Kota Palu.

“Dengan mengendarai sepeda motor, korban membonceng terdakwa menuju rumahnya. Setiba dirumah korban, terdakwa membantu korban memasukkan sepeda motor kedalam rumah dan memarkir di ruang tamu, yang kemudian korban mengajak terdakwa masuk ke dalam kamar,” ungkap JPU.

Lanjut JPU korban malahan balik bertanya kepada terdakwa, apakah ada persediaan sabu-sabu? Dan di jawab terdakwa bahwa dirinya membawa sebanyak empat paket sabu-sabu, namun terdakwa meminta agar korban membayar dulu sabu-sabu yang diutang korban sebelumnya, dan korban berjanji akan membayar besok hari setelah ibunya datang.

Selanjutnya kata dia, terdakwa mengeluarkan satu paket sabu dan mengisabnya secara bergantian. Hingga kemudian korban meminjam handphone milik terdakwa, untuk menonton film porno dalam posisi duduk disamping terdakwa berbaring di atas kasur.

“Pukul 04.00 WITA korban saat itu sudah tidak mengenakan baju, membuka celana  dikenakannya hingga tersisa celana dalam. Tiba-tiba korban memegang tangan kanan terdakwa lalu diarahkan ke alat kemaluan korban, hingga membuatnya emosi sampai akhirnya terjadi pembunuhan. Atas perbuatannya, terdakwa diancam pidana Pasal 338 KUHP, subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP. Dan kedua diancam pidana Pasal 365 ayat (3) KUHP, subsidair Pasal 362 KUHP.”

Reporter: Salam Laabu – Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas