Home Hukum & Kriminal

Kasus Jembatan Lalove Rugikan Negara Rp2,4 M

22
HASIL AUDIT - Kejari Palu Hartawi SH, menunjukkan hasil audit proyek pembebasan lahan dan rumah di Jalan Anoa II, Kota Palu, kepada wartawan Kejari Palu, Jumat 9 April 2021. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kejaksaan Negeri Palu telah menerima hasil audit dugaan korupsi proyek Pelebaran Jalan Anoa II. Hasilnya ada kerugian negara sekitar Rp2,4 miliar dari kasus itu.

“Hasil audit yang kami terima hanya satu item, dan jumlah kerugian negara senilai Rp2,4 miliar lebih,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Palu, Hartawi SH usai menerima hasil audit tersebut kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat 9 April 2021.

Kajari yang saat itu didampingi Kasi Intel Kejari Palu Greafik SH, mengatakan, hasil audit tersebut akan dilampirkan dalam berkas perkara para tersangka dan akan dilakukan pemberkasan.

Kasi Intel, Greafik menambahkan, penyidik akan memintai keterangan ahli yang melakukan perhitungan kerugian Negara tersebut.

Dikatakan, usai dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan ahli, selanjutnya akan masuk tahap prapenuntutan, kemudian pelimpahan berkas perkara dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk diteliti lagi.

Sebelumnya, penyidik Kejari Palu menetapkan tiga tersangka, dalam kasus dugaan korupsi pembebasan lahan dan rumah di Jalan Anoa untuk pembangunan Jembatan Lalove atau Jembatan V, Tahun 2018.

Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka yakni inisial DG mantan  Pengguna Anggaran (PA) pada Dinas Penataan Ruang dan Pentanahan, FD mantan staf Dinas Penataan Ruang dan Pentanahan dan NN pemilik lahan.

Reporter: Salam Laabu
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas