Home Ekonomi

Hasilkan Omset Jutaan Melalui Ragam Varian Milkshake

14
Lusiana. (Foto: Istimewa)
  • Lusiana, Owner Kedai Lu.See

Palu, Metrosulawesi.id – Seiring perkembangan zaman, banyak inovasi minuman yang mulai muncul. Salah satunya minuman kekinian milkshake yang sedang booming di Kota Palu. Salah satunya Lu.See yang berlokasi dekat Jembatan Lalove, Palu.

Lusiana, Owner Lu.See, mengatakan, dirinya pernah berjualan di Jalan Kalora,Kelurahan Nunu, namun karena sunyi, dirinya pindah ke Jembatan Lalove yang kerap ramai dipadati masyarakat yang berwisata kuliner pada sore hingga malam hari.

Lu.See berdiri sejak Juni 2020, bisnis yang awalnya dianggap receh ini memiliki penggemar tersendiri . Hal ini mendorong pengusaha muda Lusiana mendirikan Lu.See sebagai lahan bisnisnya.

“Awalnya saya melihat ada teman yang punya usaha minuman juga dan saya lihat banyak yang suka, jadi saya coba buat juga” ungkap Lusiana beberapa waktu lalu.

Lu. See memiliki karyawan seorang mahasiswi salah satu kampus di Kota Palu. Lusiana menganggap hal itu termasuk memberdayakan Sumber Daya Manusia.

Bagi kamu yang ingin menikmati minuman di kedai ini, Lu.See menawarkan beberapa varian minuman segar yang harga pun tidak merobek kantong, mulai Rp10-15 ribu.

Lusiana mengaku usaha yang dirintisnya tidak membutuhkan modal besar. Namun laba dari minuman racikannya bernilai fantastis.

“Modal awal sekitar Rp 15 juta-an .Saya bisa mengantongi omzet bersihnya mencapai Rp2-3 jutaan per bulan,” katanya.

Untuk membantu penjualan, Lusiana memanfaatkan media sosial Instagram sebagai sarana mempromosikan bisnisnya.

Namun, kata Lusi, omzet yang fantastis itu bukan berarti tanpa hambatan.

“Kalau untuk hambatan dari jualan minuman cup ini biasanya jika cuaca hujan maka akan sunyi pembeli, karena minuman cup ini disajikan dalam keadaan dingin,” jelasnya.

Lusi mengungkapkan pandemi Covid-19 juga sangat berpengaruh terhadap penjualan, sehingga dirinya harus memutar otak agar bisnisnya tetap berjalan.

“Waktu awal buka usaha kan sudah pandemi, saat itu juga sudah ada inisiatif untuk mempromosikan produk di media sosial Instagram. Karena saat pandemi ada perarturan tidak boleh ada keramaian atau perkumpulan, jadi kalau mau harap pembeli yang datang ke box itu susah,” ungkap Lusi.

Menurutnya, kuliner milkshake termasuk kuliner yang awet, karena diracik ketika ada pesanan.

“Jadi bahannya bisa bertahan lama dan bisa disimpan di lemari pedingin, jadi tidak ada yang rugi kalau pembeli lagi kurang. Untuk penghasilan selalu ada rejeki, selalu saja ada orang yang datang beli,” kata Lusiana. Hal itulah yang membuat usahanya bisa bertahan selama pandemi.

Lusiana mengatakan ada beberapa kiat yang perlu diperhatikan untuk menunjang penjualan usaha minuman kekinian.Pertama, kata dia, minuman yang dihasilkan rasanya harus enak dan menarik.

“Minuman segar atau enak dan disajikan dengan kemasan menarik akan lebih menarik minat pembeli. Sebelum dipasarkan,lebih baik tanyakan pada orang-orang sekitar bagaimana rasa dan penampilan minuman itu,” katanya.

Kedua, konsisten menjaga mutu produk.

“Jagalah mutu dan produk, selalu membuat minuman dengan takaran bahannya sama. Jangan sekali-kali mengurangi takaran bahannya, atau menggantinya dengan bahan lain yang lebih murah. Bila harga bahan mahal, bisa disiasati dengan memperkecil gelas atau menaikan harga jual,” jelasnya.

Ketiga, punya produk unggulan. Menurutnya, sebaiknya jual satu jenis minuman terlebih dahulu sebagai pengenalan produk pada konsumen.

“Ini akan membuat konsumen ingat pada produk kita. Setelah usaha jalan lancar, barulah kita jual bermacam-macam minuman,” jelasnya.

Selanjutnya, harga bersaing tanpa harus mengurangi mutu. Tentukan harga jual dengan perhitungan rinci, setelah itu cari tahu harga yang ditetapkan pesaing untuk produk yang serupa.

“Dan kelima, jagalah kebersihan dapur atau kedai, dan bebas dari sampah serta debu. Kebersihan akan membuat betah konsumen untuk berlama-lama,” jelasnya.

Keenam, pelajari tren minuman yang sedang berkembang di masyarakat. Harus kreatif dalam menciptakan minuman baru. “Sebagai sumber ide, kita bisa melihat aneka majalah atau dengan browsing internet,” jelasnya.

Ketujuh, lakukan promosi secara berkala.

“Hal ini sangat dianjurkan. Apalagi bila promosi tersebut dibarengi dengan diskon. Manfaatkan situs jejaring sosial untuk promosi gratis,” kata Lusi. (mg1)

Ayo tulis komentar cerdas