Home Palu

Prof Elly: Mahasiswa Harus Punya Ketahanan Diri

9
PEMAPARAN - Guru Besar UPI, Prof Elly Malihah, saat menyampaikan pemaparan sebagai narasumber General Lecture Series/seri kuliah umum ke 8 yang pelaksanaannya difasilitasi oleh Eurasia Foundation FKIP Untad melalui zoom meeting pada Kamis, 8 April 2021. (Foto: Istimewa)
  • General Lecture Series

Palu, Metrosulawesi.id – General Lecture Series (GLS) atau seri kuliah umum tahun ke 4 berlanjut. GLS saat ini telah masuk seri ke 8 yang pelaksanaannya difasilitasi oleh Eurasia Foundation Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako (FKIP Untad) melalui zoom meeting pada Kamis, 8 April 2021.

Kuliah umum seri ke 8 membahas topik “students and self resilience in the digital era” (mahasiswa dan ketahanan diri di era digital). Eurasia Foundation FKIP Untad menghadirkan narasumber Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia, Prof Dr Elly Malihah M.Si.

Prof Elly memaparkan ketahanan diri merupakan kemampuan seseorang dalam menghargai ancaman, tantanganan, hambatan dan gangguan, baik yang berasal dari dalam diri maupun akibat hubungan dengan orang lain. Mahasiswa disebut harus memiliki ketahanan diri di era digitalisasi saat ini.

“Jika tidak memiliki ketahanan diri dapat memunculkan konflik baik personal maupun interpersonal,” ucapnya.

Dikatakan, era digital industri 4.0 saat ini tidak akan bisa terpisahkan dampak positif dan negatif yang timbul. Untuk dampak positif salah satunya akses informasi dan pengetahuan terbuka secara terang benderang.

“Dahulu kalau dosen keluar kota atau keluar negeri harus izin, sekarang ini tetap bisa memberikan kuliah melalui dunia maya dengan memanfaatkan zoom,” jelas Prof Elly.

Sementara untuk dampak negatif diantaranya berkurangnya lapangan kerja karena digantikan oleh teknologi. Dampak lainnya menimbulkan degradasi moral karena interaksi sosial secara nyata yang kian tergerus.

“Kalau dulu kita mau lewat jalan tol harus melalui petugas untuk bayar, tapi sekarang tinggal menempelkan kartu ke mesin yang sudah disediakan. Itu artinya ada yang kehilangan pekerjaan,” ujar Prof Elly.

Dampak negatif yang paling besar banyak terhadap mahasiswa karena menyalahgunakan gadget untuk mengakses konten-konten terlarang. Selain itu, melakukan plagiasi dalam mengerjakan tugas dengan melakukan copy paste. Yang berikutnya penyebarluasan informasi hoaks.

“Era digital seringkali terjebak berita hoaks, mengonsumsi, dan mengedarkannya. Ini menjadi salah satu tantangan dan ancaman bagi generasi muda. Sekarang ini juga dengan media sosial yang dimiliki, mahasiswa mudah melakukan hate speech atau ujaran kebencian dengan saling mencaci dan saling memaki,” tandas Prof Elly.

Sementara itu, Koordinator Eurasia Foundation FKIP Untad, Ir. Purnama Ningsih, S.Pd., M.Si. Ph.D, menyebut kuliah umum diikuti ratusan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang memprogramkan mata kuliah komunitas asia.

“Kami ucapkan terimakasih kepada Prof Dr Elly Malihah, yang telah memberikan materi kepada kami dan mahasiswa peserta general lecture series. Semoga mahasiswa yang berada di era digital ini tetap tangguh menghadapi tantangan atau masalah,” pungkas Purnama.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas