Home Inspirasi

Serukan Pentingnya Pendidikan Karakter, Ingin Perangi Hoaks

38
BERSAMA ORANG TUA - Clara Abigailrose Abram saat foto bersama kedua orang tua usai menerima penghargaan mahkota dan piala sebagai Puteri Remaja Sulawesi Tengah tahun 2021. (Foto: Istimewa)
  • Mengenal Clara Abigailrose Abram, Puteri Remaja Sulteng 2021

Clara Abigailrose Abram, siswi kelas IX SMP Gamaliel Palu, terpilih menjadi Puteri Remaja Sulawesi Tengah (Sulteng) tahun 2021, salah satu ajang bergengsi pencarian bakat generasi muda. Clara mengaku tak mudah langkahnya untuk berdiri di atas panggung kehormatan menerima mahkota Puteri Remaja Sulteng.

Laporan: Michael Simanjuntak

MENGIKUTI ajang Puteri Remaja Sulteng di tengah kesibukan persiapan ujian akhir kelulusan sekolah, menjadi tantangan besar bagi Clara, sapaan akrabnya. Itu karena pendaftaran hingga audisi berlangsung berdekatan dengan pelaksanaan ujian kelulusannya dari SMP Gamaliel.

Tahap pendaftaran berlangsung sebulan pada Februari 2021 dilanjutkan audisi hingga pengumuman pemenang pada Maret 2021. Sebelum resmi mendaftar, Clara mengikuti promosi fashion show melalui Jack Managament, salah satu IO penyelenggara bersama Diamond Organizer.

Melihat bakat Clara saat fashion show, pihak Jack Managament memintanya mendaftarkan diri mengikuti audisi Puteri Remaja Sulteng 2021. Dengan pertimbangan matang, remaja kelahiran tahun 2007 silam itu kemudian memutuskan ikut bersaing merebut mahkota Puteri Remaja Sulteng.

“Awalnya saya tidak langsung menjawab iya saat diminta mendaftarkan diri, soalnya waktunya berdekatan dengan ujian kelulusan sekolah,” ucap Clara kepada Metrosulawesi, Rabu, 7 April 2021.

Anak dari pasangan Drs Paulus Hengky Abram Ph.D dan Dra Vanny Maria Agustina Tiwow M.Sc PhD ini dengan polos berujar tak menyangka menjadi pemenang Puteri Remaja Sulteng tahun 2021.

Sebab tujuan utamanya mengikuti ajang tersebut untuk mencari pengalaman, menambah wawasan, dan menjalin pertemanan sesama kontestan. Selain itu, karena baru pertama kali mengikuti ajang bergengsi sehingga Clara tidak menarget untuk menjadi juara.

Menjadi juara, Clara bersaing ketat dengan belasan kontestan dari berbagai wilayah di Sulawesi Tengah. Akhir persaingan ketat tersebut terjawab saat malam puncak audisi yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Palu pada 31 Maret 2021 malam.

Saat itu, Clara tampil dengan menyerukan pentingnya pendidikan karakter bagi remaja sebagai generasi bangsa. Pendidikan karakter menurutnya untuk membentengi remaja agar tak jatuh dalam pergaulan yang salah.

“Pendidikan karakter bisa sebagai langkah awal untuk menemukan jati diri menjadi manusia yang bermartabat dan bermanfaat bagi sesama. Lahirnya pemimpin yang bijaksana tergantung sukses atau tidaknya pendidikan karakter mereka,” ujar Clara.

Dia memandang banyaknya anak-anak dan remaja yang menjadi pelaku tindak kejahatan karena kurangnya pendidikan karakter. Dengan menyandang gelar sebagai Puteri Remaja Sulteng, Clara juga mengaku akan melakukan edukasi kepada generasinya untuk sama-sama memerangi hoaks-hoaks yang beredar di media sosial.

“Saya ingin agar teman-teman remaja tidak mudah terprovokasi oleh hoaks-hoaks yang beredar karena harapan bangsa ini ada pada kami,” ungkapnya.

Clara menambahkan saat bersamaan ia juga tengah fokus untuk persiapan ajang nasional Puteri Remaja Indonesia yang berlangsung pada Oktober mendatang. Tak lupa ia mengucapkan terimakasih kepada Tuhan, orangtua, keluarga, teman-teman dan semua pihak yang telah mendukungnya.

Sementara itu, ibu Clara, Vanny Maria Agustina Tiwow, mengaku akan terus memberikan dukungan penuh kepada puterinya. Vanny berharap Clara tetap rendah hati, terus menambah wawasan dan menjaga kesehatan. Lahir dengan tiga bersaudara, Clara diakui memiliki berbagai bakat dan terlibat dalam sejumlah kegiatan sosial.

“Dia punya kemampuan seni, suka main gitar, main piano, dan dipercaya sebagai Ketua Remaja di Sekolah Gamaliel. Melihat kemampuan itu makanya saya mendorong agar mengikuti ajang Puteri Remaja Sulteng. Saya sangat bersyukur meski baru pertama kali ikut tapi dia (Clara) bisa menjadi juara,” tandas Vanny yang saat ini berprofesi sebagai dosen di Universitas Tadulako. (*)

Ayo tulis komentar cerdas