Home Palu

Prokes Ketat, Satu Siswa Satu Bilik

9
DILARANG BERINTERAKSI - Beginilah susana di ruang kelas VI SD Inpres 5 Birobuli, saat menggelar ujian sekolah secara tatap muka, Rabu 7 April 2021. Satu siswa satu bilik agar tidak saling bertinteraksi. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • US Secara Tatap Muka di SD Inpres 5 Birobuli

Palu, Metrosulawesi.id – SD Inpres 5 Birobuli mengawali simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM), dengan menyelenggarakan Ujian Sekolah (US) secara tatap muka.

“Di Kecamatan Palu Selatan hampir semua SD melaksanakan ujian sekolah secara tatap muka, sehingga kami juga ikut melaksanakannya secara bersamaan, yang berlangsung selama tiga hari sejak Senin, 5 April, dan berakhir hari ini (kemarin-red),” kata Kepala SD Inpres 5 Birobuli, Dutri, di ruang kerjanya, Rabu, 7 April 2021.

Dutri mengatakan, pelaksanaan US tatap muka dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Misalnya dari pintu masuk sekolah, siswa langsung diperiksa suhu tubuhnya oleh para guru yang bertugas di depan gerbang, setelah diperiksa langsung diarahkan mencuci tangan di depan kantor, kemudian di depan kelas kembali mencuci tangan,” ujarnya.

Dutri mengatakan, ketika di dalam kelas siswa disambut oleh guru, dengan diarahkan untuk duduk di tempat yang telah ditentukan. Bahkan handsanitizer juga telah disiapkan di masing-masing kelas, sebelum siswa tiba semua ruangan telah disterillisasikan melalui penyemprotan desinfektan.

“Karena jumlah siswa sekitar puluhan yang ikuti US, maka kami membagi 8 ruangan kelas yang diisi 10 siswa,” katanya.

Menurut Dutri, untuk meminimalisir interaksi siswa, sekolah juga menyiapkan bilik di masing-masing meja siswa.

“Kami tidak mengizinkan ada yang saling berinteraksi, bahkan waktu istirahat makan itu di dalam kelas tidak boleh berkeliaran di luar, jika sudah tiba waktunya pulang orang tua wajib menjemput anaknya di depan kelas. Kami tidak memberi izin orang lain seperti keluarga dekatnya menjemput di sekolah,” ungkapnya.

Bahkan kata Dutri, siswa dan guru di dalam kelas tidak saling bersentuhan, jadi soal ujian sekolah telah ditempatkan di masing-masing meja mereka, jika telah selesai dikerjakan mereka hanya meninggalkan saja di atas meja.

“Jadi kami sangat menjaga prokes, dan ini sudah menjadi kesepakatan guru dan orang tua, dan selama ujian berlangsung alhamdulillah tidak kendala terjadi. Kami berharap PTM segera dilaksanakan, sebab banyak orang tua sudah sangat menginginkan anaknya kembali belajar di sekolah secara tatap muka,” ujarnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas