Home Ekonomi

Pemerintah Bina Puluhan Startup Baru

5
BIMTEK - Pembukaan Bimtek Startup yang digelar Dinas Perindag Sulteng di Hotel Parama Su, kemarin (6/4). (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Provinsi Sulteng terus menumbuhkan wirausaha baru berbasis digital atau stratup. Yang terkini sebanyak 30 startup baru dibina melalui kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) di Hotel Parama Su yang dimulai kemarin (6/4).

Puluhan startup baru itu merupakan hasil seleksi Dinas Perindag Sulteng bekerja sama Inkubator Bisnis Teknologi Informasi (IBTI) Maleo Techno Canter. Dalam pelaksanaan bimtek, penyelenggara melibatkan Estubizi Network Jakarta, salah satu fasilitator dan mentor startup yang cukup berpengalaman dan profesional yang cukup banyak jam terbangnya.

Kadis Perindag Sulteng Richard Arnaldo mengatakan, penumbuhan wirausaha baru berbasis teknologi dan digitalisasi industri kecil menengah (IKM) merupakan program prioritas Dinas Perindag Sulteng. Karena itu pihaknya terus melakukan upaya untuk mendukung pengembangan produk-produk startup di daerah.

Dalam sambutannya Richard menjelaskan tentang Program Startup 4 Industry. Katanya, program itu merupakan implementasi dari peta jalan Making Indonesia 4.0 untuk mewujudkan ekosistem solusi teknologi karya anak bangsa dari tech startup Indonesia yang dapat dimanfaatkan oleh dunia industri, termasuk sektor IKM.

‘’Melalui Startup 4 Industry diharapkan terbentuk ekosistem solusi teknologi yang akan menjadi salah satu katalisator dalam upaya penanggulangan dampak pandemi Covid-19 di industri dan masyarakat,’’ kata Richard Arnaldo.

Dia berharap program penumbuhan wirausaha baru barbasis teknologi akan muncul startup sebagai penyedia teknologi (technology provider) atau pemecah masalah (problem solver) yang dapat menghasilkan teknologi digital yang aplikatif dan solutif bagi IKM. Sehingga bisa dimanfaatkan di lini manejerial, produksi, maupun pemasaran.

‘’Keberadaan startup menjadi penting dalam akselerasi transformasi digital di sektor IKM melalui penerapan teknologi digital hasil inovasi teknologi startup,’’ kata Richard.

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas