Home Parigi Moutong

Dua Warga Parimo Korban Perdagangan Orang

8
TIBA DI PALU - Kepala Bidang P5TK Disnakertrans Provinsi Sulteng, Firdaus Abd Karim (paling kiri) mendampingi UPT BP2MI Palu saat menjemput Masmawati dan Asmawani (ke empat dan lima dari kanan) saat tiba di Bandara Mutiara Sis Al Jufrie Palu menggunakan pesawat Batik Air ID-7585 pada Selasa, 6 April 2021. (Foto: Istimewa)
  • Diimingi Kerja Jadi PLRT di Uni Emirat Arab

Palu, Metrosulawesi.id – Dua warga Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, jadi korban perdagangan orang. Kedua PMI tersebut berjenis kelamin wanita atas nama Masmawati bt Sapri Kasau dan Asmawani, yang sama-sama berasal dari Desa Buranga, Kecamatan Ambibabo, Parimo.

Kepala Bidang Pembinaan Pelatihan Perluasan Penempatan dan Produktivitas Tenaga Kerja (P5TK) Disnakertrans Provinsi Sulteng, Firdaus Abd Karim, mengungkapkan keduanya diimingi kerja jadi Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) bergaji tinggi di Uni Emirat Arab (UEA).

“Mereka ini (Masmawati dan Asmawani) adalah korban dari perdagangan orang dan masuk kategori ilegal PMI. Aktor utama atau calo yang memberangkatkan para PMI ini harus kita telusuri untuk diproses ke jalur hukum. Saat ini keduanya telah difasilitasi pulang ke Parigi Moutong,” ungkap Firdaus kepada Metrosulawesi, Rabu, 7 April 2021.

Berdasarkan keterangan yang digali dari korban, keduanya berangkat ke Negara UEA pada Desember 2020. Keduanya mengaku diajak oleh orang yang dikenalnya dan dijanjikan untuk bekerja selama dua tahun sebagai PLRT. Masmawati dan Asmawani berangkat ke UEA melalui ‘jalur tikus’ dan tanpa dokumen resmi.

Firdaus mengatakan Masmawati dan Asmawani sekitar empat bulan di UEA tinggal di rumah agency dengan status yang tidak jelas. Pekerjaan yang dijanjikan oknum yang membawa kedua korban tak kunjung ada.

“Karena status yang tidak jelas selama empat bulan, mereka (Masmawati dan Asmawani) meminta pulang ke Indonesia,” ujarnya.

Firdaus menjelaskan Masmawati dan Asmawani bisa keluar dari UEA difasilitasi oleh UPT Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Serang dan pihak terkait lainnya. Jalur pemulangan kedua korban dari UEA melalui Bandara Soekarno Hatta yang tiba pada Ahad, 4 April 2021.

Selanjutnya, Masmawati dan Asmawani diterbangkan menuju Bandara Mutiara Sis Al Jufrie Palu menggunakan pesawat pada Selasa, 6 April 2021. Tiba di Palu, keduanya dijemput Kepala UPT BP2MI Palu, Ahmad Fauzi, bersama dengan anggota Tim Satgas Pencegahan PMI Nonprosedural Provinsi Sulteng dan Firdaus.

Firdaus menyebut pihaknya bagian dari Tim Satgas Pencegahan PMI Nonprosedural Provinsi Sulawesi Tengah. Untungnya saat pemeriksaan, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik di tubuh Masmawati dan Asmawani.

Firdaus berjanji pihaknya akan mencari agency atau calo yang membawa korban ke UEA. Hal ini dilakukan agar menjadi efek jera dengan harapan tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban perdangangan orang.

“Kami juga mengharapkan bagi masyarakat yang akan berangkat menjadi PMI sebaiknya mendatangi Disnaker terdekat dan tentunya harus dilengkapi dokumen resmi sebagaimana yang dipersyaratkan,” tandas Firdaus.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas