Home Donggala

BD Lubis Bantah Penyalagunaan Wewenang

10
BERI KETERANGAN - Inspektur Inspektorat Donggala DB Lubis memperlihatkan dokumen kepada wartawan di kantornya, Rabu 7 April 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Bupati Siap Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Inspektorat Sulteng

Donggala, Metrosulawesi.id – Kepala Inspektorat Donggala DB Lubis menjelaskan, proses keluarnya hasil pemeriksaan ridsus Inspekorat Provinsi Sulawesi Tengah yang dialamatkan kepadanya. Menurutnya, tidak melalui SOP (standar operasional prosedur).

“Apakah benar kalau dilakukan hasil kesimpulan ridsus, tetapi orang tersebut tidak diperiksa. Saya tidak pernah dipanggil diklarifikasi, apakah itu benar dalam pemeriksaan? Kita harus buka SOP tidak seperti itu,” katanya.

“Orang harus dibuatkan BAP, LHP-nya ada, tiap BAP diparaf, baru bagian akhir ditandatangan itu baru benar. Saya tidak pernah dipanggil klarifikasi,” sebutnya.

Lubis mengaku, beberapa waktu lalu memang ada dua orang utusan Inspektorat datang ke kantornya. Namun pada waktu itu, dirinya tidak berada di kantor.

Kemudian kata Lubis lagi, dikatakan menyalahi wewenang itu juga tidak benar. Sebab menurut UU 30 tahun 2014 tentang administrasi pemerintahan, perbuatan penyalagunanan wewenang itu ada tiga parameternya. Pertama, tidak berwenang. Kedua, melampaui batas wewenang, dan bertindak sewenang-wenang. Jika tiga parameter terbukti baru dinyatakan perbuatan penyelewengan wewenang karena keketentuan berlaku secara kumulatif bukan alternatif.

“Menyangkut SK tenaga honorer dan SK tenaga ahli Hasan Basri, bukan saya mendatangani. SK tenaga ahli dan honorer ditandatanagi oleh bupati sebagai pejabat pembina kepegawaian yang paling berhak mengangkat tenaga honor dan tenaga ahli, unsur penyalagunaan wewenanag dimana? Yang mengangkat tenaga ahli bukan saya,” jelasnya.

Hal itu diungkapkan Lubis menanggapi dugaan melakukan pelanggaran di antaranya mengangkat tenaga ahli keuangan atas nama Hasan Basri. Gaji Hasan Basri 5 juta/bulan dan telah diterimanya sebesar Rp40 juta terhitung dari Januari-Agustus 2020.

Sementara itu, Bupati Donggala Kasman Lassa mengungkapan telah menerima surat dari Inspektorat Sulteng terkait hasil pemeriksaan terhadap Inspektur Inspektorat Donggala DB Lubis. Kasman Lassa memastikan akan menindaklanjuti permasalahan tersebut.

“Sebagai kepala daerah akan menindaklanjuti hasil pemeriksaan Inspektorat Provinsi,” kata Kasman Lassa, saat dicegat wartawan usai menghadiri kegiatan pangan murah dan panen obor lestari di Kantor Ketahanan Pangan, Rabu 7 April 2021.

Dijelaskannya, surat dari Inspektur Provinsi telah diterimanya dan kasus DB Lubis hasil pemeriksaannya baru sepihak. Pihaknya juga harus memanggil DB Lubis mempertanyakan persoalan yang dihadapinya.

“Bahwa pemeriksaan Inspektorat Provinsi kemarin dengan DB Lubis tidak tatap muka, Lubis tidak datang,” jelasnya lagi.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas