Home Hukum & Kriminal

Oknum Pegawai BRI Ampana Diadukan ke Polisi

11
Julianer Aditia Warman SH. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Oknum pegawai pada Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah diadukan ke polisi dengan tuduhan menghilangkan dana nasabahnya Yelli Wongkar sebesar Rp5,20 miliar.

“Sudah kami laporkan kasus ini ke Polda Sulteng. Oknum pegawai BRI KCP Ampana berinisial YU telah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan,” kata Kuasa hukum Yelli Wongkar, Julianer Aditia Warman SH, kepada Metrosulawesi di ruang kerjanya, Senin 5 April 2021.

Menurut Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sulteng ini, tindakan yang dilakukan oleh oknum KCP BRI Ampana tersebut, merupakan kejahatan perbankan dan telah melanggar Undang-Undang Perbankan pada pasal 49 ayat (1) huruf b, dan padal 49 ayat (2).

Akibat perbuatan tersebut, dirinya bersama Yelli Wongkar telah melaporkan kasus tersebut ke Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng dengan nomor lapor LP/349/X/2020/Sulteng/Spkt tertanggal 27 Oktober 2020 tentang dugaan tindak pidana perbankan.

Julianer mengatakan, kasus tersebut terbongkar setelah kliennya mengecek uang yang didepositokan di BRI KCP Ampana sekitar Oktober 2020 lalu. Dari situ diketahui uang sebesar Rp5,20 miliar itu telah hilang.

Dia mengatakan, di depan penyidik Polda Sulteng kliennya mengaku telah diiming-imingi oleh oknum pegawai BRI KCP Ampana itu untuk memindahkan tabungan depositonya ke BRI cabang Poso dengan bunga 7-8 persen.

Kliennya katanya, dimintai untuk menandatangani slip pencabutan deposito dari BRI KCP Ampana dengan tidak meminta uang sepeser pun baik dari teller maupun karyawan BRI KCP Ampana.

“Ternyata pada bulan Oktober 2020, barulah klien kami ini tahu kalau uang yang dia depositokan Rp5 miliar lebih itu di BRI KCP Ampana tidak dimasukkan oleh tersangka YU di BRI cabang Poso. Kami menduga uang itu diambil dan dipakai secara pribadi oleh tersangka,” katanya.

Lanjut Julianer, modus yang digunakan tersangka dengan didaftarkan nama kliennya ke SMS banking melalui rekening Britama Yelli Wongkar melalui monor Handpone tersangka YU, sehingga pada penarikan yang dilakukan oleh tersangka YU pada tanggal 21 Januari 2019 sebesar Rp150 juta dan penarikan pada tanggal 23 Mei 2019 yang juga sebesar Rp150 juta, namun tidak diketahui oleh kliennya.

Terpisah, Kuasa Hukum tersangka YU, Sule Tabbi SH yang dikonfirmasi Metrosulawesi, Selasa 6 April 2021 di kediamannya mengatakan, kasus tersebut bukan sebagai penipuan tetapi terjadi utang piutang antara tersangka dengan Yelli Wongkar.

Menurut Sule, utang piutang tersebut terjadi saat kliennya meminjam uang kepada Yelli Wongkar untuk keperluan pendanaan proyek di perusahan milik suami tersangka. Namun kliennya tidak tahu kalau sudah berurusan dengan kepolisian.

“Kalau dia (YU) ditahan sebagai tersangka dalam kasus ini betul. Tetapi kalau dibilang menghilangkan uang (Yelli Wongkar) atau penipuan itu tidak betul. Inikan utang, jadi tidak dikaitkan dengan BRI KCP Ampana. Memang klien saya ini bekerja di BRI, tapi bukan begitu permasalahannya,” katanya.

Menurutnya terkait uang tersebut, kliennya telah diaudit oleh pihak BRI Manado dan tidak ditemukan adanya kesalahan yang membawa nama BRI KCP Ampana. Bahkan pihak BRI berjanji jika ada kesalahan yang mengatasmanakan BRI KCP Ampana, maka akan dibayarkan. Namun hingga kasus tersebut dilaporkan ke Polda Sulteng tidak ditemukan kaitannya dengan BRI KCP Ampana.

Sule membenarkan kalau kliennya telah meminjam uang kepada Yelli Wongkar, namun itu dicatat dalam rekening koran Yelli Wongkar dengan jumlah cukup besar.

“Pertama dia pinjam Rp850 juta, baru, Rp250 juta, baru Rp500 juta, baru Rp500 juta lagi, baru Rp600 juta, dan itu sudah ada pengembaliannya sampai tahun 2020. Makanya dibuatkan giro yang nilainya Rp3 miliar, karena modal plus bunga. Setelah baku hitung utangnya ada Rp3 miliar,” ujarnya.

Reporter: Salam Laabu
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas