Home Ekonomi

Nur Rahmatu: Mohon Pak Gubernur, Binalah Kami

12
LANTIK PENGURUS - Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie (kiri depan) melantik pengurus Kadin Sulawesi Tengah yang diketuai HM Nur Dg Rahmatu (kanan) di Palu, Selasa, 6 April 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Pataruddin)
  • Pelantikan Kadin Sulteng Dihadiri Dua Calon Ketua Umum

Palu, Metrosulawesi.id – Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sulawesi Tengah periode 2021-2026, HM Nur Dg Rahmatu beserta sejumlah pengurus dilantik, Selasa 6 April 2021. Pelantikan yang berlangsung di Palu itu, sedikit istimewa karena dihadiri dua calon ketua umum Kadin Pusat– Anindya Novyan Bakrie dan Arsjad Rasjid.

Usai dilantik oleh Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Pemberdayaan Daerah Kadin, Anindya Novyan Bakrie— Ketua Umum Kadin Sulteng HM Nur Dg Rahmatu mengatakan Kadin adalah motor penggerak ekonomi.

“Maka olehnya itu, kami memohon kepada Gubernur Sulawesi Tengah H Longki Djanggola dan gubernur terpilih H Rusdy Mastura, binalah kami. Tuntunlah kami, tegurlah kami apabila dalam menjalankan tugas dan amanah dalam lima tahun kedepan terjadi hal-hal yang kurang berkenan, maka kami siap dikoreksi dan siap bekerjasama dengan pemerintah daerah,” kata Nur.

Nur juga menyampaikan terima kasih kepada Anindya Bakrie telah melakukan kerjasama di sektor pertambangan dan energi berupa pengelolaan Community Sosial Responsibility (CSR) PT Citra Palu Minerals.

“Inilah bukti nyata bahwa kemudian pengusaha nasional di dalam menggerakkan ekonomi daerah bisa terealisir,” ujar Nur Rahmatu.

Khusus kepada Arsjad Rasjid, Nur Rahmatu menyatakan terima kasih telah membantu membina pengusaha-pengusaha milenial dan menjadi penyemangat UMKM serta peduli kepada masyarakat dissabilitas.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyatakan esensinya kehadiran Kadin adalah untuk maju bersama-sama. Hal ini yang menjadi konsen Anindya Bakrie bila terpilih nanti.

“Yang pertama bahwa, kalau kita ingin maju, majulah secara bersama-sama. Ini penting sekali. Kenapa? Karena biasanya banyak contoh perusahaan-perusahaan yang atau pengusaha yang ingin maju tapi sendiri-sendiri,” kata Anindya Bakrie, calon Ketua Umum Kadin Indonesia itu.

Maju bersama-sama, kata Anindya Bakrie adalah dalam bentuk kontak kemitraan. Bentuk kemitraan itu sudah ada sejak zaman Bung Hatta. Dalam usaha perkebunan juga ada, yaitu inti plasma sebagai bentuk kemitraan.

Sementara itu, calon Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan hal yang terpenting adalah, bagaimana menggerakkan perekonomian nasional dan daerah. Sementara tantangan di setiap daerah itu berbeda-beda.

“Nah, dari sinilah kita lihat, bahwa kita tidak bisa melihat secara nasional tapi lihatlah di daerah-daerah,” kata Presiden Direktur PT Indika Energy Group yang juga pengurus Kadin Indonesia itu.

Adanya tantangan itu, kata Asrjad diperlukan sinergi antara Kadin dengan pemerintah daerah dalam bentuk inklusif kolaboratif. Secara tidak langsung harus bergotong royong dan bersatu.

“Jangan sampai kita dipecah belah,” katanya.

Soal dukungan, Arsjad meminta didoakan saja.

“Bismillah, doakan menang saja,” katanya singkat.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah H Longki Djangggola mengharapkan, agar amanah yang diberikan sebagai pengurus Kadin Sulawesi Tengah bisa dilaksanakan dengan baik dan benar-benar bertanggungjawab untuk meningkatkan peran pengusaha daerah dalam pembangunan dan investasi di Sulawesi Tengah melalui program kerjanya.

“Menjadi pengurus, harus paham dalam mengelola organisasi, utamanya membuat program kerja yang tepat dalam menggerakkan para pengusaha daerah, karena Kadin Sulawesi Tengah merupakan wadah bagi pengusaha yang bergerak di bidang perekonomian, baik yang berada dalam usaha negara usaha koperasi maupun usaha swasta,” kata Longki.

Karena itu, harap Longki, agar pengurus yang baru untuk mendorong pengusaha daerah dalam memajukan perekonomian dengan kembali menata langkah-langkah kerja bagi para pengusaha daerah yang tepat dan bermanfaat bagi daerah dan masyarakat pascabencana alam dan non alam Covid-19.

Reporter: Pataruddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas