Home Ekonomi

1,1 Juta Ton Produksi Perikanan Sulteng

9
PANEN - Tampak proses panen ikan Nila Gesit di BBI Tulo UPT Balai Perbenihan dan Perikanan Dislutkan Sulteng yang berada pada Agustus 2020. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Produksi perikanan Sulteng di tengah pandemi Covid-19 cukup membanggakan. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Sulteng, Moh Arif Latjuba, mengungkapkan produksi perikanan tangkap dan budidaya mencapai 1.147.646 ton pada 2020.

“Rinciannya, perikanan tangkap 186.693 ton dan perikanan budidaya 960.953 ton,” ungkap Arif di Palu, baru-baru ini.

Produksi perikanan tersebut dihasilkan dari berbagai kabupaten/kota di wilayah Sulawesi Tengah. Dislutkan mencatat jumlah pembudidaya telah mencapai 59.523 orang dan jumlah petambak sebanyak 160 orang. Sebelumnya, Arif mengakui pandemi virus corona (Covid-19) tak berpengaruh ke sektor produksi perikanan di daerah ini.

“Pandemi ini yang terganggu manusianya, bukan pada produksi (ikan). Orang bekerja itu tetap sesuai seperti biasanya, baik pelaku budidaya ataupun yang melaut,” ujar Arif, Rabu, 24 Maret 2021.

Namun demikian, kata Arif, saat awal pandemi, pemasaran ikan hasil budidaya dan tangkapan terganggu. Itu karena terlalu banyak yang dipersyaratkan oleh pemerintah daerah bagi pelaku perjalanan. Hal tersebut diperparah dengan penutupan akses jalan masuk dari satu daerah ke daerah lain.

“Kondisi itu yang otomatis menurunkan grade daripada komoditi ikan di Sulteng,” ucapnya.

Arif mencontohkan, diawal-awal pandemi, produksi ikan yang disuplai dari Poso, Ampana dan Donggala menuju Kota Palu sangat terkendela. Banyaknya pemeriksaan, yang menyebabkan pendistribusi atau penyuplai harus bermalam di jalan. Demikian pula dengan komoditi ikan atau udang yang disuplai ke Makassar.

“Jadi bukan produksinya tapi sistem rantainya menuju pasar yang kadang terganggu dengan penutupan-penutupan jalan. Itu semua yang menurunkan grade ikan, karena sampai di pasar es nya sudah tidak baik lagi. Itu waktu awal-awal,” pungkas Arif.

Dislutkan sendiri telah menetapkan strategi pembangunan kelautan dan perikanan di daerah ini. Arif mengatakan ada empat hal utama yang akan dilakukan untuk pembangunan kelautan dan perikanan setidaknya hingga lima tahun ke depan. Pertama, peningkatan produksi dan produktivitas perikanan.

Kedua, pengembangan agribisnis (peningkatan kualitas dan ragam produk olahan perikanan). Ketiga, peningkatan kualitas lingkungan (konservasi dan pengawasan sektor kelautan perikanan). Terakhir peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kualitas pelayanan.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas