Home Palu

Rumah Singgah, Upaya Atasi Gepeng di Palu

10
Farhan. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palu terus berupaya mengoptimalkan peran dan fungsi dari rumah singgah di Jalan Tomampe, Kecamatan Palu Barat. Hal ini menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait maraknya gelandang dan pengemis (gepeng).

“Sejak Januari sampai akhir Maret kemarin sudah ada 56 gepeng yang telah kami rehabilitasi,” kata Farhan, penanggung jawab Rumah Singgah Nompelei Ntodea Dinsos Kota Palu, Kamis, 1 Maret 2021.

Farhan mengaku pengoptimalan Rumah Singgah baru dilakukan sejak Hadianto Rasyid-Reny Lamadjido dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu.

“Meski telah didirikan sejak 2020, efektifnya itu setelah Wali Kota baru. Dari 56 gepeng yang kita rehabilitasi, sehari itu ada dua orang yang diamankan oleh Satpol-PP,” ungkap mantan Kabid Dinsos Sigi itu.

Farhan mengaku, pihaknya juga telah mengusulkan ke Wali Kota Palu terkait program pemberdayaan dari orang tua gepeng yang berhasil terjaring. Sebab, ekonomi tidak dapat dipungkiri menjadi alasan mendasar lahirnya gepeng.

“Kami sudah sampaikan ke Pak Wali Kota agar orang tua dari anak-anak yang terjaring ini dijamin kehidupannya sampai mandiri. Karena memang ekonomi menjadi alasan mendasar mereka. Kan mereka bisa dimasukan ke dalam program pemberdayaan yang ada. Dan alhamdulillah, Pak Wali Kota merespon baik,” ungkapnya.

Selain alasan ekonomi, broken home menjadi permasalahan mendasar lahirnya gepeng di palu, meski sebagian besar gepeng bekerja secara individual.

Dijelaskannya juga, dari data yang diperoleh, gepeng yang terjaring di Kota Palu berasal dari beberapa daerah sekitar, seperti Morowali, Poso, Sigi, dan sebagian dari Makassar.

“Belum ada mobilisasi seperti di kota besar, semuanya murni individu. Kalau kota besar ada mobilisasi. Palu belum, bukan berarti tidak menutup kemungkinan,” tutupnya.

Reporter: Ariston Aporema Sorisi
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas