Home Palu

Rektor Untad Minta Antisipasi Gerakan Teroris

12
PENANDATANGANAN - Rektor Prof Mahfudz (kanan) saat menyaksikan penandatangan berita acara pelantikan oleh Dr Haerul Anam, sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FEB Untad di Lantai I Rektorat Universitas Tadulako, Kamis, 1 April 2021. (Foto: Dok. Humas Untad)
  • Pelantikan Wadek FEB, Ketua SPI dan Komdis

Palu, Metrosulawesi.id – Rektor Prof Dr Ir H Mahfudz MP, melantik jajaran wakil dekan di lingkup Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB Untad) Periode 2021-2025. Pelantikan dirangkai pengukuhkan ketua dan anggota Satuan Pengawasan Internal (SPI) serta Ketua Komisi Disiplin (Komdis), berlangsung di Lantai I Rektorat Untad, Kamis, 1 April 2021.

Wakil dekan FEB yang dilantik masing-masing Dr Fikry Karim, sebagai wakil dekan bidang akademik menggantikan Dr Sudirman. Dr Muh Yunus Kasim, sebagai wakil dekan bidang umum dan keuangan, serta Dr Haerul Anam, sebagai wakil dekan bidang kemahasiswaan menggantikan Dr Elimawati Rombe.

Untuk jabatan Ketua SPI Untad dijabat Dr Moh Iqbal, sebagai sekretaris merangkap anggota bagian hukum SPI, Dr Asri Lasatu, yang menggantikan Asmadi Weri. Sementara Dr Sudirman, dipercaya sebagai Ketua Komdis menggantikan Drs Abdul Kadir Patta M.Si.

Rektor mengucapkan terima kasih kepada para wakil dekan FEB, Ketua dan anggota SPI serta Ketua Komisi Disiplin yang telah berakhir masa jabatannya. Ucapan terimakasih atas pengabdian dan prestasi yang ditorehkan selama menjabat.

“Kepada para pejabat yang telah dilantik dan dikukuhkan, saya mengucapkan selamat dan semoga dapat bersinergi,” ucap Prof Mahfudz.

Melalui kesempatan ini, Prof Mahfudz juga mengingatkan para pejabat yang dilantik dan semua unsur civitas Untad agar mengantisipasi gerakan radikalisme dan teroris. Hal ini disampaikan merespons sejumlah tragedi kemanusiaan yang dilakukan jaringan teroris di Makassar dan Mabes Polri Jakarta, baru-baru ini.

“Saya mengajak kita semua untuk sama-sama, baik langsung maupun tidak langsung, mengantisipasi adanya gerakan radikalisme dan teroris. Keluarga besar Universitas Tadulako harus mengutuk kegiatan teroris dengan terjadinya bom bunuh diri dan penyerangan Mabes Polri,” ujar Rektor.

Rektor mewanti-mewanti jangan sampai ada keluarga besar Untad, khususnya mahasiswa yang terindikasi gerakan radikalisme dan terorisme. Olehnya diharapkan peran Pusat Pengembangan Deradikalisasi dan Penguatan Sosio-Akademik (Pusbang Depsa) Untad melakukan langkah-langkah antisipasi yang lebih nyata.

“Harus membuat program yang lebih nyata menyasar mahasiswa, saya kira belum cukup kalau hanya program deradikalisasi. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan dan tentu harus bekerjasama dengan fakultas, khususnya wakil dekan bidang kemahasiswaan,” tandas Prof Mahfudz.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas