Home Palu

Harus Proaktif Sukseskan Vaksinasi

9
TERIMA VAKSIN - Wakil Rektor Untad Bidang Akademik, Dr Lukman Nadjamuddin, saat menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Klinik RS Tadulako Untad, Kamis, 11 Maret 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Vaksinasi Covid-19 di lingkungan Universitas Tadulako (Untad) masih berlangsung. Saat ini, vaksinasi di Untad masuk tahap dua dengan sasaran kalangan dosen, tenaga kependidikan, dan pegawai. Rektor Prof Dr Ir Mahfudz MP, mengharapkan calon penerima vaksin proaktif.

“Saya sangat memohon kepada kita semua untuk proaktif menyukseskan gerakan vaksinasi Universitas Tadulako,” ucapnya saat acara pelantikan jajaran wakil dekan Fakultas Ekonomi dan Pembangunan Untad serta Ketua dan anggota Satuan Pengawas Internal.

“Tugas saya meminta dan memohon kepada Gubernur, kepada Satgas Covid untuk difasilitasi vaksin bagi keluarga besar Universitas Tadulako. Alhamdulillah, sudah dua tahap kita diberikan vaksin,” tambah Prof Mahfudz.

Prof Mahfudz mengungkapkan berdasarkan laporan yang diterima dari Direktur RSU Untad selaku pelaksana vaksinasi, kehadiran para penerima vaksin yang sudah terdaftar sangat minim.

“Terus terang secara institusi saya malu, kita sudah diberikan vaksin kok tidak bisa dimanfaatkan. Dan tentu saya selaku Rektor tidak mungkin pergi cari satu-persatu siapa yang dijadwalkan untuk divaksin,” ujar Rektor.

Rektor menegaskan mengikuti vaksinasi merupakan kewajiban bagi semua civitas Universitas Tadulako, khususnya dosen dan pegawai. Itu karena posisi dosen dan pegawai merupakan pelayan.

“Kita wajib memproteksi diri dan memproteksi keluarga besar Universitas Tadulako. Mungkin kalau secara pribadi, keluarga, mungkin suka-sukanya kita, tetapi ketika kita berkomunikasi dengan keluarga besar Universitas Tadulako, saya kira ini wajib,” tegasnya.

Dia juga mengharapkan peran aktif fakultas di lingkungan Untad melalui para wakil dekan bidang umum dan keuangan agar memantau pihak-pihak yang tidak hadir untuk menerima vaksinasi.

“Minta maaf kalau hal ini saya sampaikan agar menjadi perhatian bagi kita untuk menyukseskan vaksinasi,” tandas Prof Mahfudz.

Direktur RS Tadulako Untad, Dr dr Ketut Suarayasa M.Kes, mengatakan dari sekitar 1.900 orang calon penerima vaksin tahap dua, baru sekitar 50 persen hadir. Padahal telah dijadwalkan pemberian vaksinnya seharusnya selesai dalan sepekan lalu. Direktur mengaku belum mengetahui persis alasan ketidakhadiran tersebut.

“Saya lihat ada beberapa penyebab: memang belum mau, sudah melakukan vaksinasi sebelumnya, penyintas, belum baca undangan yang di share melalui pimpinan fakultas/unit, dll. Kita belum bisa pastikan penyebabnya, karena belum melakukan survey. Tapi nanti kita susul dengan membuat strategi agar tiap fakultas mengirim data ulang dan mengusulkan serta memastikan kesediaan menerima vaksin. Nanti akan kita jadwalkan pada 7 April bersamaan pemberian dosis ke dua bagi unsur pimpinan Untad,” tandas Ketut Suarayasa.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas