Home Palu

Santri Mukim Tak Dipungut Bayaran

10
FOTO BERSAMA - Direktur Al-Qur’an Institute, Iswan Kurnia Hasan, foto bersama tenaga pembina dan perwakilan santri usai peresmian Al-Quran Institute Palu, di Jalan Juanda Palu, Nomor 13 B, pada Senin, 29 Maret 2021. (Foto: Istimewa)
  • Al-Quran Institute Buka Cabang di Palu

Palu, Metrosulawesi.id – Al-Qur’an Institute kini membuka cabang di Palu, ibu kota Provinsi Sulteng. Peresmian Al-Quran Institute Palu, lembaga yang menggabungkan sistem pendidikan pesantren dan perguruan tinggi telah dilakukan pada Senin 29 Maret 2021.

“Senin kemarin, pukul 16.30 Wita di Jalan Juanda Palu, Nomor 13 B telah diresmikan,” ujar Direktur Al-Qur’an Institute, Iswan Kurnia Hasan, Rabu, 31 Maret 2021.

Iswan mengatakan Al-Qur’an Institute Palu merupakan cabang dari Al-Qur’an Institute Luwuk, Kabupaten Banggai, yang memiliki orientasi mencetak penghafal Al-Qur’an dan berwawasan luas di bidang Ulumul Qur’an.

Menurutnya, Al-Qur’an Institute Palu mendapat sambutan positif dari masyarakat terbukti dengan antusias pendaftar untuk menjadi santri. Pendaftar dimaksud santri mukim dan santri non mukim.

“Alhamdulillah saat peresmian sudah ada delapan santri mukim program tahfidz 30 juz selama 3,5 tahun dan santri non mukim dengan jumlah 130 orang,” ucap Iswan.

Dia menyampaikan, institute ini menerima santri 17 tahun ke atas dengan menyajikan program hafalan 30 Juz di luar santri mukim dan juga program memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Menariknya, pihak Al-Qur’an Institute Palu tidak memungut bayaran bagi santri mukim.

“Santri yang sudah ada berasal dari Kota Palu, Sigi dan Donggala. Yang di Palu kebanyakan ibu-ibu dari dinas tertentu yang juga ikut program memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Dari non mukim ini ada umur 65 tahun dan sudah hafal dua juz, alhamdulillah,” katanya.

Iswan mengungkapkan, Al-Qur’an Institute memiliki 15 SDM (sumber daya manusia) sebagai tenaga pembina. Para tenaga pembina dimaksud semuanya adalah musyrifah penghafal 30 juz terbaik.

Pria lulusan Al-Azhar Cairo itu mengaku sangat mengapresiasi keinginan masyarakat, khususnya di Palu, Sigi dan Donggala yang memiliki animo yang tinggi untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an.

“Patut diapresiasi karena mayoritas ibu-ibu millenial, mohon doanya semoga Al-Qur’an Institute bisa berkembang dan memberikan manfaat buat umat,” pungkas Iswan.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas