Home Palu

Banyak Tokoh Islam Lahir dari Uzbekistan

13
BAHAS UZBEKISTAN - Perwakilan KBRI Taskent, Uzbekistan, Muhammad Mufti Rakadia Sumaryadi, saat menjadi narasumber GLS seri ke 7 melalui zoom meeting, Rabu, 31 Maret 2021. (Foto: Istimewa)
  • GLS Eurasia Foundation FKIP Untad

Palu, Metrosulawesi.id – Eurasia Foundation Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako (FKIP Untad) memfasilitasi pelaksanaan General Lecture Series (GLS) atau seri kuliah umum ke 7 pada Rabu, 31 Maret 2021.

GLS dilaksanakan masih melalui zoom meeting dengan ratusan peserta mahasiswa/mahasiswa FKIP Untad. GLS ke 7 mengusung tema “Menangkap Peluang Kerjasama Internasional Melalui Hubungan Diplomatik Indonesia – Uzbekistan (Uzbek)”.

Sebagai narasumber, Eurasia Foundation FKIP Untad menghadirkan Perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Taskent, Uzbekistan, Muhammad Mufti Rakadia Sumaryadi.

Mufti mengatakan salah satu peluang yang bisa dimanfaatkan mahasiswa atas hubungan diplomatik Indonesia-Uzbek yaitu untuk menempuh pendidikan di negara yang disebut menganut paham sekuler tersebut.

“Uang kuliah atau SPP dan biaya hidup di sini (Uzbek) relatif terjangkau dibanding di negara lain,” ucapnya.

Dia mengatakan salah satu yang perlu diketahui bahwa banyak tokoh-tokoh Islam lahir dari Uzbekistan diantaranya Ibnu Sina (ahli kedokteran), Al Khawarizmi (penemu aljabar), Imam At Tirmizi dan Imam Al Bukhari yang merupakan ahli hadis.

Namun demikian, Uzbek yang dengan jumlah penduduk 34.060.000 jiwa disebut merupakan negara yang terbuka bagi semua agama apapun. Hal lain yang juga perlu diketahui Uzbek tidak memasukkan pelajaran agama dalam kurikulum pendidikan.

“Sekitar 88 persen penduduk Uzbek beragama Islam tapi pemerintah Uzbekistan menerapkan sekularisme sehingga urusan agama kembali kepada setiap individu,” ujar Mufti.

Menurut Mufti, Uzbek bukan negara yang bereuforia dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri. Negara dengan luas 447.000 km² itu justru akan berbodong-bondong saat perayaan Tahun Baru.

“Idul Fitri dan Idul Adha cuti bersama hanya satu hari. Orang Uzbek lebih ramai merayakan Tahun Baru dan berbondong-bondong pulang kampung karena ada cuti bersama lebih dari 10 hari,” tandas Mufti.

Koordinator Eurasia Foundation FKIP Untad, Ir. Purnama Ningsih,S.Pd, M.Si, Ph.D menyampaikan ucapan terimakasih atas kesediaan Mufti menjadi narasumber general lecture seri ke 7. Dipastikan seri GLS akan berlanjut dengan berbagai pembicara atau dosen tamu.

“Insyaallah, pekan depan tanggal 7 April akan ada lagi seri kuliah umum dengan berbagai pembicara,” ungkap Purnama.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas