Home Poso

Proyek Pengerukan Poso Energy Hadapi Masalah

12
PT Poso Energy terkendala dalam proyek pengerukan dasar aliran sungai Danau Poso. (Foto: Istimewa)
  • Minta Solusi dari Pemeritah

Poso, Metrosulawesi.id – Kepala Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peaker 515 MW, Tajudin Nur memaparkan proses pengerjaan proyek pengerukan dasar aliran sungai Danau Poso.

Menurutnya, pengerukan bertujuan melakukan penataan sungai demi meningkatkan debit air bagi kepentingan operasional dua PLTA di wilayah ini. Ditegaskan, metode pengerukan yang dilakukan ialah pengerukan sedimentasi yang merupakan bagian normalisasi sungai.

Hal tersebut disampaikan Tajudin Nur di hadapan Wakil Gubernur Sulteng Rusli Palabbi, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah asal Poso Muhaimin Yunus Hadi, Wakil Bupati Poso M. Yasin Mangun beserta rombongan OPD Provinsi dan Kabupaten Poso saat kunjungan kerja di PT Poso Energi, Senin 28 Maret 2021.

Tajudin Nur lebih lanjut memaparkan bahwa kemungkinan dikembangkannya Sungai Poso ini sebagai PLTA sudah ada sejak dulu. Hambatan proyek tersebut saat ini ialah hambatan sosial dimana saat ini sering didemo pihak yang mengklaim lahan yang akan dibangun taman konservasi sekaligus sport center oleh pihak PT Poso Energy.

Mereka mengklaim bahwa di wilayah sungai tersebut masih ada hak mereka dan sampai beberapa waktu lalu kapal keruk PT. Poso Energy tidak beroperasi satu bulan akibat sengketa lahan tersebut.

Selain itu, PT Poso Energy juga menghadapi masalah dengan beberapa pihak yang mengklaim bahwa pengerukan tersebut berpotensi merusak lingkungan serta beberapa titik lokasi pengerukan sungai merupakan cagar budaya, sehingga proyek ini agak terhambat.

Hal ini adalah masalah terberat kami, untuk itu pihak PT Poso Energy berharap kepada Pemkab Poso ataupun Pemprov Sulteng agar bisa membantu mencari solusi menyelesaikan masalah tersebut karena kami tidak mungkin berjalan sendiri, harap Tajudin.

Menyikapi beberapa permasalahan yang dihadapi PT Poso Energy, Wagub berharap kiranya Pemerintah Kabupaten Poso bersama Forkompimda, pemangku adat dan para tokoh, LSM dan pihak terkait lainnya dapat mengambil langkah-langkah konkret yang nantinya telah disepakati oleh pemerintah Kabupaten Poso.

“Kami selaku pemerintah provinsi hadir di sini di samping melihat langsung dan mendengar keluhan PT Poso Energy , kami juga akan menjembatani masalah-masalah yang ada dan memberikan masukan-masukan yang konkret yang bisa menambah apa-apa yang telah diputuskan oleh Pemkab,” katanya.

Senada dengan apa yang disampaikan Wakil Gubernur, Wakil Bupati Poso M. Yasin Mangun, S.Sos mengungkapkan Pemda Poso siap mediasi permasalahan yang ada sehingga kedua belah pihak tidak ada yang dirugikan.

Ia juga menjelaskan beberapa langkah-langkah strategis telah dilakukan Pemda Poso dengan mengundang rapat intens bersama dengan pihak PLTA maupun pihak masyarakat untuk menemukan titik temu agar permasalahan antara PLTA dan masyarakat tidak berlarut-larut.

“Kami pemerintah daerah berusaha menjadi mediator yang baik, mediator yang bijak dan penuh hati dalam permasalahan ini,” ungkap Wabup.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas