Home Nasional

Politik Sepeda dan Konsolidasi Kebaikan Umum

20
OLAHRAGA SEPEDA - Wakil Ketua Umum DPP Partai Nasdem sekaligus sebagai Ketua Fraksi Partai Nasdem di DPR RI, H. Ahmad Ali meluangkan waktu berolahraga dengan bersepeda di alam terbuka kawasan Sentul pada Februari 2021 lalu. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Ada yang unik dari tema konsolidasi Partai NasDem se-Indonesia. Selain bertukar gagasan memeras otak, keringat juga ikut terperas. Begitu menurut Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Sulawesi Tengah, Andika.

Sepeda dan konsolidasi, dua tema yang digagas oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem Ahmad Ali. Dalam lawatannya ke sejumlah DPW, mulai dari pulau Jawa hingga Sumatera. Pemilik akronim AA itu, selalu menyempatkan satu agenda bersepeda.

“Apa yang perlu kita maknai? Politik Sepeda. Selain anjuran hidup sehat seperti yang sering tertulis dalam status (sosial media) Ahmad Ali. Tentu ada pesan politik yang ingin disampaikan oleh Matahari Timur tersebut,” ujar Andika, Selasa 30 Maret 2021.

Seperti ide-ide politiknya selama ini yang di luar pakem arus utama. Ahmad Ali selalu menawarkan gagasan segar yang mampu menarik bursa politik. Sepeda memang merupakan olah raga yang sedang diminati. Terutama mengisi masa pandemi.

Gaya hidup sehat yang ingin dibudayakan memang terbilang aneh karena berangkaian dengan konsolidasi politik. Sebagaimana pemahaman umum, agenda konsolidasi politik penuh dengan dinamika yang kaku.

“Dalam konsolidasi segala macam tetek bengek perpolitikan diadu di atas meja debat. Pikiran, rencana dan apa yang hendak dicapai dibicarakan secara terperinci. Sepeda, kebajikan umum,” katanya.

“Bonum Commune, atau kebaikan umum, kata Aristoteles. Standar kebaikan umum merupakan inspirasi dalam mengajukan dan menemukan kebijakan praktis di antara para politisi,” ujar politisi muda itu.

Katanya, politik sepeda yang terinspirasi dari lawatan konsolidasi politik Partai NasDem dapat dimaknai dalam lima kebajikan umum. Antara lain, sepeda adalah analogi dari sebuah perjalanan partai politik.

“Konsolidasi partai seumpama naik sepeda. Kita tidak akan mahir dan mencapai tujuan tanpa terus mengayuh.”

Dengan bersepeda, kata Andika, kita bisa melihat situasi alam sekitar. Mengurus partai politik, bukan saja memerlukan ide tetapi juga harus memahami realitas dengan cermat.

Sepeda menjadi sebuah gaya hidup sehat. Tradisi politik yang baik harus dibangun dengan saling pengertian. Terpenuhinya hak dan tanggung jawab akan mewujudkan sebuah akselerasi partai yang sehat.

“Keempat, bersepeda adalah juga proses belajar terus menerus. Berpolitik, selain membutuhkan energi yang besar, juga memerlukan skill dan pengetahuan yang terus menerus perlu di asa,” tandasnya.

Kemudian, sepeda juga adalah olah raga lambang kesetaraan. Siapapun bisa ikut dalam kegiatan ini. “Berpartai seperti itu. Kita harus terbuka mencapai apa yang disebut dengan kesetaraan kepakaran,” jelas dia.

Itulah lima kebaikan umum menurut Andika yang bisa dipetik dari politik sepeda dan konsolidasi Partai NasDem. NasDem berharap putaran konsolidasi Partai mampu membumikan kebaikan umum yang terus dikampanyekan Ahmad Ali sebagai Waketum. (mil/*)

Ayo tulis komentar cerdas