Home Donggala

Dugaan Pemerkosaan, Oknum ASN Terancam Sanksi

27
WAWANCARA - Sekda Donggala Rustan Efendi (kanan) didampingi Sekdis Dinas Pendidikan Mahmud diwawancarai wartawan di ruang kerja Sekda, Senin 29 Maret 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Sekda Belum Terima Laporan

Donggala, Metrosulawesi.id – Sekda Donggala, Rustam Efendi menegaskan akan menindaklanjuti laporan dugaan asuisla yang dilakukan oknum ASN di Kecamatan Riopakava.

“Baru saya dengar ini informasi, saya sesalkan kenapa pihak BKPSDM belum melaporkan ke saya,” tegas Rustam Efendi, Senin 29 Maret 2021.

Sekda kemudian menghubungi Sekretaris Dinas Pendidikan Mahmud, Kepala Bidang Sekolah Dasar Asdin, Kepala Dinas Pemberdaayaan Perempuan Arita, untuk membahas perbutaan mantan kepala sekolah di Kecamatan Riopakava.

“Saya baru dengar ini informasi dari komiu (wartawan) sebagai pimpinan ASN di daerah mengutuk tindakan bejat kepala sekolah itu, saya sudah hubungi seluruh anggota saya menindaklanjuti persoalan ini, tidak boleh dibiarkan, perbuatan ini harus ditindaki sudah merusak citra ASN,” sebutnya.

Olehnya dalam waktu dekat pihaknya akan membentuk tim terpadu unutk menginvestigasi aduan asusila ini dan jika terbukti sanksi tegas akan dihadapi oknum ASN itu.

“Laporannya kan masih sepihak (dari istrinya). Kalau sudah dilaporkan di polisi tidak apa juga, proses pidana tetap jalan, sebagai pimpinan ASN di daerah proses juga kami lakukan. Jika nantinya tim terpadu berhasil mengumpulkan bukti pasti ada sanksi sesuai PP 53 tahun 2010 tentang Disiplin ASN. Nanti dilihat pasal yang dikenakan beradasarkan hasil pemeriksaan, paling berat itu pemecatan dari status ASN,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya mantan kepala sekolah di salah satu sekolah di Rio Pakava inisial RA diduga memperkosa anak tirinya. Perbuatan itu telah dilaporkan istrinya ke kantor BKPSDM, Perlindungan anak, hingga Polres Donggala.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas