Home Hukum & Kriminal

Zainal: Jangan Kaitkan dengan Agama

10
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, KH Zainal Abidin. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Teror bom bunuh diri terjadi di Gereja Katedral Makassar sekira pukul 10.20 Wita pada Ahad 28 Maret 2021. Pelaku tewas, 14 warga mengalami luka-luka. Aksi teror ini menuai kecaman.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu bersama umat Islam merasa prihatin atas kejadian bom bunuh diri tersebut.

“MUI Kota Palu sangat mengutuk peristiwa tersebut,” kata Ketua MUI Kota Palu, Prof Dr Zainal Abidin, saat dihubungi Metrosulawesi, Ahad, 28 Maret 2021.

“Kami berharap kejadian itu dapat ditangani dengan baik oleh pihak keamanan untuk melakukan tindak-tindakan terhadap pelaku atau siapapun otak intelektual di balik peristiwa ini, dan harus dapat diungkapkan oleh pihak keamanan,” tambah Zainal.

Zainal meminta tidak menghubungkan kasus bom bunuh diri itu dengan satu agama. Artinya pelaku itu tidak ada hubunganya dengan salah satu ajaran agama.

“Tidak ada satupun ajaran agama di Indonesia ini, yang membolehkan atau merestui melakukan bom bunuh diri yang mengakibatkan terjadinya korban, baik korban jiwa maupun luka-luka. Artinya pelaku bom bunuh diri ini adalah oknum dari umat yang beragama tetapi tidak mewakili agama,” imbuhnya.

Maka dari itu, Zainal sangat berharap, jangan menghubungkan kejadian di Katedral Makassar itu ke salah satu agama. Sehingga apa yang terjadi di Makassar tidak akan memicu dan mengganggu persaudaraan antar umat beragama yang sudah rukun dan damai selama ini.

“Kita terus waspada dan memberikan pencerahan kepada umat kita masing-masing, bahwa apapun yang terjadi termasuk di Katedral itu, yang mengganggu hubungan antar umat beragama itu, tidak ada kaitannya dengan ajaran agama, sehingga umat ini tidak terpancing oleh emosi keagamaan masing-masing,” ujarnya.

Zainal yang juga Ketua FKUB Sulteng itu mengimbau, semua umat beragama baik umat katolik dan lainnya agar tetap tenang.

“Kita serahkan sepenuhnya kejadian ini kepada pihak-pihak berwenang untuk dapat mengungkapkan siapa sebenarnya dalang di balik peristiwa ini,” katanya.

“Yang jelas MUI dan FKUB berharap umat Katolik dan Kristiani tetap tenang jangan mudah terpancing. Hal ini tidak ada hubungannya dengan ajaran agama, tetapi oknum yang beragama ini boleh saja salah di dalam memahami ajaran agamanya,” pungkasnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas