Home Sulteng

Kemenag Sulteng-Ormas Islam Sepakati Jadwal Imsakiyah

SIDANG ISBAT - Sejumlah Ormas Islam di Palu, saat mengikuti sidang isbat penetapan Jadwal Imsakiyah 1 Ramadan 2021/1442 Hijriah, di Kanwil Kemenag Sulteng, Ahad 28 Maret 2021. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah, bersama seluruh Organisasi Masyarakat (Ormas Islam), Perguruan Tinggi Islam, serta Pengadilan Tinggi Agama, mengadakan sidang isbat penetapan Jadwal Imsakiyah 1 Ramadan 2021/1442 Hijriah, khusus untuk di Kota Palu dan sekitarnya. Kegiatan sidang isbat itu di Kanwil Kemenag Sulteng, Ahad 28 Maret 2021.

“Alhamdulillah telah disepakati tadi (kemarin-red) jadwal imsakiyah bersama Muhammadiyah atau Unismuh, IAIN, Pengadilan Tinggi Agama, serta ormas Islam lainnya,” kata Kepala Seksi Urusan Agama Islam dan Bimbingan Syariah, Kemenag Sulteng, Taufik Abdul Aziz.

Namun kata Taufik, penetapan resmi pelaksanaan ibadah puasa pada 12 April sesuai pemantauan rukyatul hilal di Marana, Donggala.

“Insya allah Senin ini jika sudah ditandatangani jadwal imsakiyah oleh pak Kakanwil Kemenag Sulteng, maka secara resmi kami sudah bisa sebarkan ke sejumlah masjid, Kantor Kemenag Kota Palu, serta KUA-KUA,” ungkapnya.

Kata Taufik, jadwal imsakiyah yang ditandatangani oleh Kakanwil merupakan jadwal kesepakatan dari seluruh Ormas yang ada di Kota Palu.

“Jadwal imsakiyah yang resminya juga boleh diambil di Kanwil Kemenag Sulteng, kami berencana mencetak sebanyak-banyak dan jika ada masyarakat yang mengadakan dengan catatan tetap menyebutkan sumbernya yakni dari Kanwil Kemenag,” ujarnya.

Taufik berharap, kepada umat Islam dalam melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan tahun ini, agar tetap mengacu kepada satu jadwal yang ditetapkan oleh pihak pemerintah, dan tidak lagi menggunakan jadwal-jadwal yang perhitungannya lain.

“Jadwal imsakiyah yang kami keluarkan sudah disepakati oleh ormas Islam, sehingga kami berharap menggunakan jadwal tersebut, sehingga masyarakat tidak bigung,” katanya.

Selain itu kata Taufik, pelaksanaan Ramadan tetap mengacu kepada surat edaran Menag RI nomor 15 tahun 2020, dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Terkait pelaksanan ibadah salat tarawih sesuai surat edaran itu akan dilaksanakan dengan tetap harus menerapkan prokes secara ketat,” ungkapnya.

Taufik juga mengatakan, untuk safari Ramadan belum ada ketentuanya, sebab pelaksanaanya bekerjasama dengan pemerintah daerah dalam hal ini Gubernur Sulteng.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas